/
Selasa, 23 Agustus 2022 | 14:12 WIB
Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara (Foto: Istimewa)

Deli.Suara.com – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendesak kepolisian segera menemukan telepon genggam atau HP milik Brigadir J yang sengaja dihilangkan untuk mengaburkan fakta dalam peristiwa pembunuhan berencana yang dirancang Ferdy Sambo.

“Kami sampaikan kemarin supaya kemudian kepolisian harus bekerja keras lagi untuk menemukan barang bukti (HP Brigadir J),” ujar Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara kepada wartawan di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/8/2022).

Beka menyebut telepon genggam itu menjadi salah satu barang bukti penting untuk mengungkap kasus ini. HP tersebut menjadi alat komunikasi Brigadir J berhubungan dengan Vera, kekasihnya dan rekan-rekannya.

“Apalagi kemudian HP Brigadir J salah satu bukti viral yang itu bisa menerangkan alur komunikasi, dan substansi komunikasi antara J dengan Vera dan kawan-kawan lain,” jelasnya.

Sebelumnya, Komisioner Komnas HAM, Chairul Anam mengungkapkan bahwa ada upaya untuk menghilangkan dan mengganti baru ponsel sejumlah ajudan dari Ferdy Sambo, termasuk ponsel milik Brigadir J dan Bharada Richard Eliezer.

Bahkan, ponsel-ponsel yang mereka gunakan di hari H pembunuhan Yosua pada 8 Juli 2022, hingga kini belum ditemukan.

“Yang kentara banget adalah rekam jejak digital, tidak cuma HP tapi percakapan digital juga nggak ada,” ucap Anam dalam RDP di Komisi III DPR RI, Senin (22/8/2022) kemarin.

Percakapan digital yang dimaksud hilang itu adalah tiga grup WhatsApp. “Ada tiga grup yang dulunya dia ada jadi enggak ada. Itu penting dilacak WA. Fisik HP-nya juga hilang,” tandas Anam. 

Sumber: Suara.com 

Baca Juga: Pria di Karawang Ini Ditangkap Polisi Gegara Tusuk Teman Kencannya

Load More