/
Rabu, 07 September 2022 | 10:20 WIB
Tampang Ferdy Sambo jalani sidang etik. (bidik layar video/suara.com)

Deli.Suara.com - Loyalis Ferdy Sambo diyakini sedang melakukan perlawanan balik, atas kasus pembunuhan berencana yang merenggut nyawa Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Hal ini disampaikan Ketua KNPI Haris Pertama, lewat cuitan di akun @knpiharis, seperti dilihat Deli.Suara.com, Rabu (7/9/2022) pagi. Dalam cuitannya, ia juga membeberkan dugaan skenario yang digunakan Ferdy Sambo untuk melakukan perlawanan balik.

"Ferdy Sambo bersama kroninya sedang melakukan operasi perlawanan, hal pertama adalah dengan operasi menyukseskan skenario Brigadir J memperkosa Putri Chandrawathi di Magelang," cuit Haris.

Ia juga menyampaikan semakin lama kasus pembunuhan Brigadir J berjalan, maka semakin kuat pula loyalis Kaisar Sambo melakukan perlawanan.

"Makin lama kasus Pembunuhan Brigadir J ini berjalan maka akan membuat Kaisar Sambo serta kroninya menjadi kuat melakukan perlawanan. Semoga saja hukum bisa tegak dengan adil dan tidak masuk angin," ungkapnya.

Meski begitu, Haris berharap semoga saja perlawanan dari kubu Ferdy Sambo tidak terjadi.

"Semoga saja Operasi Perlawanan Kaisar Sambo dan kroninya tidak berjalan dengan baik dan penegak hukum (Polri, Jaksa dan Hakim) tetap konsisten menegakkan kebenaran serta mengantisipasi perlawanan dari Kaisar Sambo," harapnya.

Mahfud MD Cerita Geng Sambo

Diketahui, kelompok geng Sambo, yang dianggap terdiri dari orang-orang yang loyal terhadap Irjen Ferdy Sambo ternyata bukan isapan jempol semata.

Baca Juga: Siswi SMA di Medan Jadi Korban Pencabulan Dalam Angkot, Pelaku Diamuk Massa

Hal ini terungkap ketika Menkopolhukam Mahfud MD memberikan penjelasan dalam podcast YouTube Akbar Faisal Uncensored, seperti dilihat Suara Deli, Kamis (18/8/2022). 

Awalnya Mahfud MD menyampaikan atensi Presiden Jokowi agar kasus pembunuhan Brigadir J untuk diusut secara terang benderang, tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Saat itu Mahfud menjalin komunikasi dengan Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan menyampaikan ingin bertemu dengan Presiden Jokowi.

"Saya tanya Pak Pram, saya mau ketemu presiden, ini kasus ini gimana arah pak presiden?" ucap Mahfud.

Dari pembicaraan dengan Pramono Anung inilah terungkap kalau Presiden Jokowi marah atas lambatnya pengusutan kematian Brigadir J.

"Oh tegas pak, yakinlah saya, wong ini Pak Presiden marah betul dan kenapa lama," ucap Mahfud menirukan perkataan Pramono Anung.

Tak berapa lama, Menkopolhukam juga bertemu saat rapat dengan Presiden Jokowi, dan berpesan kalau kasus tersebut jangan ada yang ditutup-tutupi.

"Terakhir ketika Sambo ketika akan pecah telurnya itu kan sebenarnya sudah ada keyakinan tiga atau dua hari sebelumnya," ucapnya.

Meski begitu, Mahfud mengatakan proses penetapan tersangka Ferdy Sambo juga tampak lambat.

"Tapi kok lambat terus nih, yang saya dengar di Polri terjadi tarik-menarik," ungkapnya.

Nah, dalam pembicaraan itu Mahfud membeberkan ada loyalis Ferdy Sambo juga datang dari daerah ke Jakarta.

"Grupnya Sambo dari daerah walau gak ada tugas di Jakarta datang ngawal ke situ, upaya menghilangkan jejak itu dan menghalang-halangi penyidikan," katanya.

Namun, Mahfud MD tidak merinci apakah loyalis Sambo berasal dari daerah mana, apakah termasuk perwira tinggi Polri juga tidak dijelaskan.

Sebelumnya diketahui, Brigadir J ditemukan tewas di rumah dinas Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022.

Polri kesulitan mengungkap perkara ini karena ada upaya menghambat penyidikan dan tempat kejadian perkara  dirusak oleh penyidik yang awalnya menangani kasus ini.

Kasus penembakan ini terungkap setelah Kapolri membentuk tim khusus yang dipimpin Inspektur Pengawasan Umum Komjen Agung Budi Maryoto untuk mengambil alih penanganan perkara.

Polri telah menahan Ferdy Sambo sebagai tersangka utama pembunuhan, beserta Bripka R, Bharada E dan sopir pribadi berinisial K yang juga sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J. Selain itu, istri Ferdy Sambo berinisial PC juga sudah ditetapkan tersangka

Load More