/
Rabu, 14 September 2022 | 15:45 WIB
Kilang minyak lepas pantai. (Foto: Istimewa)

Deli.Suara.com – Pakar hubungan internasional meminta pemerintah Indonesia memperhitungkan risiko diplomatik jika memutuskan membeli minyak murah dari Rusia.

Pasalnya, langkah tersebut berpotensi mencederai reputasi Indonesia di mata negara-negara Barat.

Dosen Hubungan Internasional Universitas Hasanuddin, Ishaq Rahman mengatakan apabila pemerintah melakukan hal itu, Indonesia dapat dianggap ikut membiayai invasi Rusia di Ukraina.

“Jadi ini memang betul-betul merupakan keputusan yang punya risiko diplomasi dan risiko terhadap reputasi Indonesia yang sangat tinggi,” kata Ishaq.

Presiden Joko Widodo telah mengatakan akan “memantau semua opsi” untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat, di tengah tekanan dari dalam negeri untuk menurunkan harga BBM.

Namun, menurut pengamat energi, membeli minyak murah dari Rusia belum tentu akan menurunkan harga BBM secara signifikan.

Sebelumnya, dalam wawancara dengan Financial Times pada Senin (12/9/2022), Presiden Jokowi ditanya apakah Indonesia akan membeli minyak mentah dari Rusia.

“Kami selalu memantai semua opsi. Jika ada negara (dan) mereka memberikan harga yang lebih baik, tentu saja,” jawab Jokowi.

Presiden menambahkan bahwa adalah kewajiban pemerintah untuk menemukan berbagai sumber demi memenuhi kebutuhan energi rakyatnya.

Baca Juga: Kepala BSSN Tak Punya Background IT dan Olok-Olok Publik Terhadap Pengetahuan Teknologi Hinsa Siburian

Hal itu ia katakan saat negara-negara Barat sedang berusaha mengurangi ketergantungan energi pada Rusia sebagai respons atas invasi ke Ukraina.

Sikap Presiden mendapat dukungan dari anggota Komisi VII DPR RI dari PDIP, Adian Napitupulu. Ia mengatakan, tanggung jawab utama pemerintah Indonesia adalah kepada rakyatnya sendiri.

“Satu sisi kita memang bagian dari dunia internasional, tetapi kita lebih bertanggungjawab pada keselamatan rakyat kita sendiri. Sehingga walaupun kita juga perlu memperhatikan kepentingan internasional, tapi yang terutama adalah mempertimbangkan kepentingan rakyat kita,” ucap Adian Napitupulu kepada BBC News Indonesia.

Wacana untuk membeli minyak murah dari Rusia bergulir setelah negara itu menginvasi Ukraina, Februari lalu.

Pada bulan Maret, Dirut Pertamina Nicke Widyawati mengatakan perusahaan plat merah itu mempertimbangkan untuk membeli minyak mentah dari Rusia untuk diolah di Kilang Balongan.

“Kami melihat ada peluang untuk membeli dari Rusia dengan harga yang lebih baik,” ucap Nicke dikutip dari Reuters.

Load More