Deli.suara.com – Istilah digital marketing semakin menggema akhir-akhir ini. Mengingat teknologi yang semakin maju, konsep digital marketing pun mulai menyebar. Konsep ini menjurus pada upaya atau kegiatan pemasaran yang memanfaatkan perangkat elektronik dan internet yang dipadukan dalam strategi pemasaran.
Hari ini, Senin (17/10/2022) Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan siaran pers untuk membekali mahasiswa dengan sertifikasi kompetensi untuk menghadapi era digital marketing.
Dalam siaran pers tersebut membahas tentang kemajuan teknologi dan digitalisasi pada era ini yang menyediakan peluang dan potensi besar. Mentan Syahrul Yasin Limpo berulang kali menekankan akan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dan inovasi teknologi untuk kemajuan dan peningkatan hasil pertanian.
“Sekarang ini kalian punya era yang lebih bagus dari era saya dulu. Kenapa? Sekarang kamu bisa tahu kapan datangnya hujan, seperti apa panen, seperti apa hama dan lainnya, cukup dari smartphone. Jadi, manfaatkanlah teknologi ini sebaik-baiknya,” ujar Mentan Syahrul Yasin Limpo.
“Kita harus fokus untuk melahirkan SDM pertanian mulai dari dosen, widyaiswara, mahasiswa hingga alumni yang mampu untuk mengikuti perkembangan teknologi. Saat ini, kita sudah masuk dalam era 4.0 di mana dunia ada dalam genggaman,” tuturnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi juga mengatakan, tanggung jawab terbesar ada di tangan BPPSDMP, yaitu lahirnya para petani milenial yang maju, mandiri dan modern.
“Mahasiswa Polbangtan dan alumni adalah penerus tongkat estafet pembangunan pertanian. Bila petani milenial mampu mandiri, maju, modern, inovatif dapat dipastikan bahwa pembangunan pertanian akan cepat terwujud,” kata Dedi.
Bekerja sama dengan MarkPlus Institute, sebanyak 33 mahasiswa semester 7 prodi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan akan menjalani serkom yang diawali dengan pembekalan berbagai materi selama kurang lebih satu bulan.
“Mahasiswa akan difasilitasi dengan pembelajaran online melalui e-learning terkait materi digital marketing selama satu bulan, dilanjutkan dengan ujian atau asesmen dan jika dinyatakan kompeten akan mendapat sertifikat kompetensi yang dirilis oleh MarkPlus Institute dan berlaku selama tiga tahun,” jelas Hanif Artafani selaku perwakilan MarkPlus Institute.
Baca Juga: Komunitas Partner GoFood Dorong UMKM Kuliner Semakin Cakap Digital
Direktur Polbangtan YoMa, Bambang Sudarmanto juga turut bicara, “Tidak ada pilihan lain, kita harus mampu beradaptasi dan menguasai teknologi agar bisa survive ke depannya. Saya harap, kalian semua bisa mengikuti kegiatan dengan baik, menyerap ilmu yang diberikan dan mempraktikannya dengan baik.”
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
Terkini
-
Rekayasa Arus Sumbar-Riau Diperpanjang hingga Malam Ini, Polisi Fokus Antisipasi Lonjakan Arus Balik
-
Pangandaran Diserbu 25 Ribu Kendaraan! Polisi Terapkan Rekayasa di Jalur Emplak
-
PT BSA Logistic Indonesia Segera IPO, yang Pertama di 2026
-
Rekomendasi Mobil Listrik Stylish di Tengah Terkereknya Harga Minyak Dunia
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas
-
Kapan Pendaftaran UTBK 2026? Cek Jadwal Lengkap hingga Rincian Biaya yang Diperlukan
-
Niat Hindari Macet Malah Kena Zonk! Ribuan Pemudik Garut-Bandung Kembali Terjebak Malam Ini
-
Khutbah Jumat Bulan Syawal Menyentuh Hati: 7 'Penyakit' Pasca-Ramadan yang Wajib Diwaspadai
-
Bukan Cuma Dipoligami, Dokter Eca Prasetya Layangan Putus Ternyata Korban KDRT sebelum Cerai