Deli.Suara.com – Pengamat sekaligus Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat mengatakan Megawati Soekarnoputri beserta PDI Perjuangan akan berpikir ulang untuk memberikan tiket pengusungan capres kepada Ganjar Pranowo.
Hal ini diungkapkannya karena menurut Achmad, Ganjar Pranowo minim prestasi selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah.
Achmad menyinggung soal Jawa Tengah yang dinyatakan sebagai provinsi termiskin di Jawa di bawah pimpinan Ganjar.
“Sebagai gubernur yang miskin prestasi karena Jawa Tengah menurut data BPS adalah provinsi termisk
in di Jawa tentu membuat Megawati dan PDIP berpikir ulang untuk memberikan tiket partainya kepada Ganjar Pranowo,” ujar Achmad.
Achmad menuturkan, hal itu semakin relevan apabila melihat para pendukung Ganjar di luar PDIP yang seperti memberikan tekanan kepada Megawati dan partainya itu.
Nantinya, Megawati dinilai akan mengevaluasi langkah dua periode terakhir mereka soal pengusungan capres.
PDIP yang belum menentukan pilihan untuk capres mereka kerap dianggap mendapatkan tekanan terlebih dahulu dari luar.
“Megawati dan PDIP tentunya akan mengevaluasi kembali bagaimana dukungan terhadap Jokowi sebagai Presiden RI baik para periode pertama maupun kedua. Bagaimana tekanan terhadap PDIP dari eksternal dapat dirasakan sangat kuat saat itu,” terangnya.
Sementara itu, Achmad menjelaskan bahwa dari sisi Ganjar sendiri, tiket dari PDIP merupakan harga mati yang harus diperjuangkan.
Menurutnya, bila PDIP tidak memberikan tiket capres tersebut ke Ganjar, maka karier politik Gubernur Jawa Tengah itu telah usai.
“Dan jika akhirnya PDIP tidak memberikan tiketnya kepada Ganjar sebagai capres, maka selesailah karier politik Ganjar Pranowo,” tandasnya.
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
-
Arah PDIP Terbaca! Ganjar hanya Ditegur, Dewan Kolonel "Pendukung" Puan Disanksi Keras
-
CEK FAKTA: Benarkah Mahfud MD Desak KPK untuk Tangkap Megawati?
-
Buntut Pernyataannya Dukung Ganjar Pranowo, FX Rudi Langsung Dipanggil DPP PDIP
-
Survei SMRC: Elektabilitas Ganjar Pranowo Tertinggi, Kalahkan Prabowo dan Anies
-
Megawati Dan Prabowo Disebut Bukan Ketum Parpol, Tapi CEO Perusahaan Keluarga
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Sumber Daya Air Dipastikan Aman Jelang Libur Lebaran 2026
-
Gegara Kematian Badak Jawa, Pegiat Satwa Resmi Layangkan Somasi ke Kemenhut dan BTNUK