/
Kamis, 27 Oktober 2022 | 14:07 WIB
leptospirosis. (unair)

Deli.suara.com - Penyakit leptospirosis menyergap Semarang, Jawa Tengah. Laporan sementara, sebanyak 22 kasus dan enam orang meninggal dunia akibat penyakit disebarkan melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi seperti tikus, anjing dan babi tersebut.

"Sudah ada 22 kasus leptospirosis di kota ini, kita minta warga mewaspadainya dan melindungi diri saat beraktivitas," kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Semarang Nur Dian Rakhmawati.

Sementara catatan dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah (Jateng), leptospirosis telah terjadi pada 389 orang di tahun 2022 ini dan 55 diantaranya meninggal dunia.

Pihak Dian mengimbau warga beraktivitas menggunakan alat pelindung diri (APD) ketika berkegiatan, terutama alas kaki dan sarung tangan.

"Kalau beraktivitas, kami minta warga menggunakan APD seperti alas tangan dan alas kaki," jelasnya kepada awak media, belum lama ini.

Dalam melindungi diri dari leptospirosis tersebut, jelas Dian, warga hendaknya menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti alas kaki dan sarung tangan ketika berkegiatan serta menjaga kebersihan makanan yang dikonsumsi.
 
"Lindungi luka sekecil apa pun dengan menutupi secara baik agar tidak terkena bakteri leptospira interrogans ini," tambahnya.
 
Adapun ciri warga terkena bakteri leptospira, ungkap Nur Dian Rakhmawati, mempunyai gejala, seperti sakit kepala, nyeri otot betis, muntah, diare, ruam, matamemerah. [EB]

Load More