Indotnesia - Gatal-gatal pada kulit sering membuat seseorang merasa tidak nyaman. Rasa gatal bisa disebabkan berbagai hal, salah satunya penyakit scabies.
Scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau bernama Sarcoptes Scabiei. Tungau tersebut berkembang di permukaan kulit hingga ke bagian dalamnya.
Penyakit ini menyebabkan kulit iritasi, terasa gatal, hingga muncul ruam merah. Selain menyebabkan rasa tidak nyaman bagi penderitanya, scabies juga dapat dengan mudah menular.
Karena itu, perlu diketahui apa penyebab scabies agar kita dapat menghindari penyakit ini.
Penyebab
Melansir Healthline, scabies disebabkan oleh tungau berkaki delapan yang berkembang di kulit. Serangga ini menggali ke dalam lapisan kulit untuk hidup dan makan. Aktivitas tersebut membuat kulit bereaksi dan menimbulkan ruam merah serta rasa gatal.
Scabies dapat ditularkan melalui kontak langsung antara kulit dengan kulit atau benda terhadap kulit, seperti pakaian, benda rumah tangga, atau fasilitas umum.
Pasalnya, penyakit ini disebabkan oleh tungau yang sangat kecil dan mudah berpindah-pindah. Sehingga meski tak tampak mata tetapi bisa dirasakan efeknya.
Sementara, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) hewan tidak dapat menyebabkan penyakit kulit yang menyerang manusia. Jenis tungau yang menyerang hewan berbeda dengan yang terjadi pada manusia, sehingga menyentuh hewan scabies hanya akan menyebabkan iritasi sementara dan tidak berkembang biak.
Baca Juga: Berapa Lama Waktu Tidur yang Dibutuhkan Tubuh Mulai Bayi hingga Dewasa?
Gejala
Gejala scabies paling umum adalah mengalami gatal dan ruam di kulit setelah beberapa hari terinfeksi. Rasa gatal tersebut akan semakin parah saat di malam hari.
Sementara, seseorang yang sebelumnya pernah terkena penyakit ini gejalanya akan lebih cepat muncul dan berkembang. Scabies dapat mengenai siapa saja, dari bayi hingga orang dewasa.
Beberapa bagian kulit tubuh yang jadi sasaran sarang tungau, yaitu pergelangan tangan, siku, ketiak, puting, penis, pinggang, pantat, dan daerah di antara jari-jari. Sementara ruam yang muncul dapat berupa gigitan kecil, benjolan di bawah kulit atau benjolan seperti jerawat.
Berbagai gejala tersebut perlu ditangani dengan perawatan yang sesuai agar penyakitnya tidak semakin meluas dan parah.
Perawatan
Cara perawatan scabies yang pertama yaitu perlu dilakukan pemeriksaan oleh ahli atau dokter. Pengobatan untuk kudis biasanya melibatkan menyingkirkan kutu dengan resep salep, krim, atau lotion yang bisa dioleskan langsung ke kulit.
Perlu diingat untuk selalu mengikuti instruksi dokter dan melakukan perawatan dengan obat-obatan yang disarankan secara rutin. Selain itu jangan menggaruk kulit yang mengalami ruam agar infeksi atau luka tidak semakin bertambah.
Demikian pengertian apa itu penyakit scabies, penyebab, gejala, dan cara perawatannya yang perlu diketahui. Semoga informasi ini bermanfaat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!
-
Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas
-
Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper