===============
HARI MINGGU BIASA XXXI
Bersama Pater Fredy Jehadin,SVD
===============
BACAAN PERTAMA:
Kebijaksanaan
11: 22 - 12: 2
BACAAN KEDUA
2 Tesalonika
1: 11 - 2: 2
INJIL LUKAS
19: 1 - 10
Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa." Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."
Demikianlah Sabda Tuhan
U: Terpujilah Kristus
===============
SIRAMAN ROHANI
Baca Juga: 4 Cara Menjadi Pribadi yang Lebih Baik Dari Sebelumnya
MINGGU,
30 OKTOBER 2022
RP FREDY JEHADIN, SVD
Tema:
Usaha Keras Kita Dalam Mencari Tuhan Selalu Mendatangkan Sukacita!
Lukas 19: 1 - 10
Saudara-saudari… Hari ini kita mendengar kisah tentang Zakheus dan Yesus Kristus. Zakheus, kepala pemungut cukai, seorang kaya. Ia berusaha untuk melihat Yesus, tetapi selalu tidak berhasil karena dihalangi orang banyak, maklum postur tubuhnya pendek. Tetapi kerinduannya tidak hilang. Ia tetap berusaha mencari jalan untuk menemukan Yesus. Sepertinya ia sudah berjanji kepada dirinya sendiri, bahwa ia harus tetap berusaha menemukan Yesus Kristus apa pun caranya, yang paling penting bisa melihat wajahNya dari muka ke muka. Zakheus tidak putus asa. Pikirannya tetap bekerja. Kini ia menemukan satu cara yang paling baik. Ia lari mendahului orang banyak lalu memanjat pohon Ara. Pikirnya bahwa dari atas pohon Ara pasti Ia bisa melihat Yesus. Benarlah yang terjadi. Usaha kerasnya tidak sia-sia. Matanya berpapasan dengan mata Yesus. Kini kerinduannya terwujud. Kita bisa bayangkan perasaannya. Perasaan sukacita karena bisa melihat wajah Yesus. Mungkin juga di balik perasaan sukacita itu ada juga perasaan malu karena sebagai seorang pemimpin, seorang yang dianggap berdosa dan dibenci oleh pemimpin agama Yahudi, ditemukan duduk di cabang pohon, jadi pusat tontonan banyak orang? Apakah Zakheus malu? Injil tidak mengatakan tentang itu. Tetapi yang terjadi adalah ketika sampai di pohon Ara itu, Yesus melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” Lukas 19: 5. Mendengar perkataan Yesus, Zakheus langsung turun dan menerima Yesus dengan penuh sukacita. Usaha keras Zakheus bukan hanya sekedar melihat wajah Yesus, tetapi jauh lebih dari itu, Yesus Kristus yang selalu dirundukannya kini sudah menjadi tamu di rumahnya. Bukan hanya dia yang mengalami sukacita, tetapi seluruh anggota rumah pun turut bersukacita.
Saudara-saudari… Kehadiran Yesus Kristus dalam rumah Zakheus sudah membuahkan satu sukacita yang sangat luar biasa. Sukacita yang paling besar adalah pertobatan. Di hadapan banyak orang Zakheus berjanji kepada Yesus, katanya: “Tuhan lihatlah, setengah dari milikku akan aku berikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang aku peras dari seseorang akan aku kembalikan empat kali lipat.” Lukas 19: 8.
Saudara-saudari… Apakah kita juga selalu punya kerinduan untuk bertemu dan alami Tuhan? Pernahkah kita bertemu dan alami Tuhan? Di saat kita bertemu dan alami Tuhan, bagaimana perasaan hati kita?
Marilah saudara-saudari… Semoga kisah Zakheus yang kita dengar hari ini jadi inspirasi dan pendorong bagi kita untuk selalu berusaha mencari Tuhan dan mengalamiNya. Semoga buah pengalaman akan Tuhan mendatangkan sukacita dan perubahan cara hidup baru dalam kehidupan kita selanjutanya.
Kita berdoa semoga Tuhan selalu membantu kita dan menguatkan niat baik kita agar apa yang kita rindukan bisa terwujud dalam hidup harian kita.
Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Situasi Timur Tengah Memanas, Pemerintah Imbau Jemaah Tunda Keberangkatan Umrah
-
Besaran Zakat Fitrah 2026 Berdasarkan Beras yang Dikonsumsi di Pekanbaru
-
Anime Sugar Apple Fairy Tale: Pentingnya Memilih Pemimpin yang Berkualitas
-
Bank Mega Syariah Gaet DPK Lewat Tabungan Kurban
-
Sebelum Mainkan Requiem, Kenali Timeline Game Resident Evil dan Semua Karakternya
-
Omar Daniel Masuk UGD, Tetap Lanjut Syuting Demi Kejar Deadline
-
9 Fakta Kematian Ali Khamenei dan Proses Suksesi Pemimpin Tertinggi Iran
-
Kabar Duka: Ketua KPAI Margaret Maimunah Meninggal Dunia di Jakarta
-
Kolak Pisang vs Biji Salak, Mana Takjil yang Lebih Sehat untuk Buka Puasa?
-
Ibu Menyusui Boleh Berpuasa Atau Tidak? Berikut Penjelasannya