Manajer Manchester United Erik ten Hag merasa puas seusai membawa klub yang ia nahkodai itu kembali bermain di Liga Champions musim depan setelah sebelumnya terakhir berpartisipasi pada musim 2021/2022.
Kepastian ini didapat setelah Man United mengalahkan Chelsea dengan skor 4-1 di Old Trafford, Jumat (26/6/2023) dini hari WIB.
Dalam laga lanjutan Liga Inggris musim 2022/2023 itu, gol The Reds Devils dicetak oleh Casemiro di menit ke-6, Anthony Martial di menit ke-45+6, Bruno Fernandes di menit ke-73, dan Marcus Rashford di menit ke-78. Sementara itu, gol The Blues dicetak oleh Joao Felix di menit ke-89.
Hasil ini membawa tim Setan Merah menduduki peringkat ketiga di klasemen sementara Liga Inggris dengan 72 poin dari 37 pertandingan.
Dengan sisa satu pertandingan, torehan poin ini sudah tidak bisa dikejar oleh tim yang menghuni posisi kelima yaitu Liverpool FC yang mengoleksi 66 poin dari 37 pertandingan.
"Sangat penting (finis di empat besar). Klub ini termasuk di Liga Champions dan tidak mudah di Liga Premier. Ini kompetisi yang sulit, kuat, dengan banyak tim bersaing untuk itu. Dan kami berhasil,” kata Ten Hag, dilansir dari laman resmi Manchester United seperti dimuat Antara, Jumat.
Mengomentari laga melawan Chelsea, Ten Hag menyebut timnya seharusnya dapat bermain jauh lebih baik dengan mencetak lebih banyak gol.
“Untuk menjadi adil, kami seharusnya mencetak lebih banyak gol,” kata pelatih asal Belanda itu.
Meski demikian, mantan pelatih Ajax itu tidak terlalu memikirkan hal tersebut karena hal yang terpenting adalah membawa timnya finish di posisi empat besar musim ini atau kembali bermain di UCL musim depan.
Baca Juga: Putusan MK Menguntungkan, Firli Bahuri Langsung Bicara Amanah dan Bersihkan Indonesia dari Korupsi
“Kami bisa jauh lebih baik tetapi, pada akhirnya, kami tidak mengeluh tentang itu. Kami berada di empat besar dan itu adalah yang terpenting malam ini, ini adalah pujian besar untuk semua orang di klub ini,” ucap Ten Hag.
Manchester Merah masih menyisakan satu laga sisa di Liga Inggris melawan Fulham di Old Trafford pada Minggu (28/5) pukul 22.30 WIB.
Ten Hag menegaskan laga ini tetap menjadi laga penting bagi timnya meski UCL sudah ada di dalam genggaman.
"Ini penting, hari Minggu, kami masih bisa menjadi yang ketiga di liga. Penting untuk menjaga fokus dan tidak mendapatkan cedera juga,” kata Ten Hag.
“Tetapi juga mendapatkan rekor kandang baru, dalam sejarah. Jadi ini akan menjadi pertandingan penting. Kami ingin memenangkan pertandingan itu,” tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
Terkini
-
Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Ini Perkiraan Idul Fitri 1447 H dan Jadwal Libur Resminya
-
300 KK Terdampak Luapan Sungai Citalahab, Bupati Ciamis Desak Perbaikan DAS Cepat
-
Digerebek Dini Hari, Pemilik Karaoke dan Pelanggan Ditangkap Saat Asyik Pesta Sabu
-
Niat Puasa Ramadhan 2026 untuk Sebulan dan Harian Lengkap Arab Latin serta Hukum Mazhab
-
SDN Karadenan Dibobol Maling, 24 Komputer dan Puluhan Tablet Raib
-
Rano Karno Yakin Parkir Liar di Tanah Abang Bisa Tertib Dalam 3 Hari
-
Alasan Persija Tinggalkan GBK Demi JIS, Persiapan Skuad Garuda untuk Ajang FIFA Series 2026
-
Hormati Mendiang Ayah, Sarwendah Rayakan Imlek tanpa Angpao dan Baju Merah
-
Tempat Ngabuburit di Palembang 2026: 5 Spot Sungai Musi dengan Pemandangan Senja Terbaik
-
Ricky Pratama Pernah Konflik dengan STY Sebelum Dugaan Penganiayaan