/
Rabu, 14 Juni 2023 | 16:41 WIB
Mario Dandy tersenyum ((Tangkapan layar))

Kehebohan terjadi dalam sidang lanjutan kasus penganiayaan yang melibatkan Mario Dandy. Saat ayah dari korban, Jonathan Latumahina, memberikan kesaksiannya tentang kondisi putranya yang belum bisa melakukan tugas sehari-hari seperti mandi dan memakai celana sendiri, momen mengejutkan itu terekam dalam video dan menjadi viral di media sosial.

"Minimal sama seperti apa yang dirasakan anak saya, yang sampai detik ini belum bisa mandi, belum bisa pakai celana," kata dia seperti yang Suara.com kutip dalam video yang diunggah akun Twitter @sosmedkeras, pada Rabu (14/6/2023).

"Oh jadi anak bapak, David belum bisa pakai celana?," tanya hakim.

"Belum bisa," ujar Jonathan.

Dalam momen tersebut, terlihat jelas bahwa Mario Dandy, yang mengenakan masker, melirik ke arah kuasa hukumnya dan mengeluarkan ekspresi tertawa yang disembunyikan di balik masker.

Tindakan ini memancing kemarahan warganet yang menuduh Mario Dandy kurang memiliki empati terhadap korban, meskipun ia saat ini sudah dipenjara. Banyak warganet yang menuntut tindakan lebih lanjut terhadap sikap tidak manusiawi tersebut.

Kejadian ini memunculkan pertanyaan mengapa Mario Dandy bisa menunjukkan sikap santai di tengah kondisi serius yang sedang dibahas dalam persidangan.

Reaksi negatif dari masyarakat terus mengalir, dengan banyak orang mengutuk tindakan Mario Dandy dan mempertanyakan sejauh mana rasa penyesalannya terhadap perbuatannya.

Sementara itu, Jonathan Latumahina mengaku masih menyimpan dendam dan kemarahan Mario Dandy. Jonahan mengungkapkan ketidakrelaannya meskipun Mario Dandy bisa di penjara 12 tahun saat hadir di Podcast Deddy Corbuzier.

Menurutnya hukum yang adil adalah putra Rafael Alun itu mendapatkan hukuman setimpal karena akibat tindakan brutalnya menyebabkan David Ozora terluka parah hingga tak sadarkan diri berhari-hari.

Baca Juga: Inara Rusli Akui Capek Cari Nafkah tapi Senang Bisa Cerai: Enggak Tekanan Batin Lagi

David Ozora saat ini menghadapi gangguan saraf yang mengakibatkan hilangnya kemampuan perasaannya.

Load More