Kemampuan lemparan jarak jauh Pratama Arhan dalam setiap pertandingan sepakbola di ajang internasional kerap membuat lawan panik. Tak heran, jika kemampuan langka Pratama Arhan tersebut membuka mata dunia sepakbola.
Namun baru-baru ini, English Footbal League (EFL) memperkenalkan aturan yang melarang pemain untuk mengelap bola sebelum melakukan lemparan out dari luar lapangan.
Meski begitu, hingga kini belum diketahui apakah nantinya aturan tersebut akan diterapkan di liga eropa lainnya hingga kawasan Asia atu tidak. Pastinya jika aturan tersebut diberlakukan, suporter Timnas Indonesia tidak akan bisa lagi menyaksikan lemparan jarak jauh bek kanan Timnas Indonesia Pratama Arhan atau Robby Darwis.
Salah satu faktor yang memicu EFL memberlakukan aturan baru ini, yakni untuk mencegah pemanin mendapatkan keuntungan yang tidak semestinya karena mengelap bagian bola yang licin atau basah menjadi kering.
Saat lapisan bola mengering, secara otomatis akan mendapat grip yang sempurna dan sekaligus bisa melakukan lemparan jarak jauh. Kondisi ini berbeda halnya jika permukaan bola dalam kondisi licin atau basah.
Tak hanya itu, kebiasaan mengelap bola yang basah juga dinilai membuang waktu pertandingan. Tentunya hal tersebut akan menunda waktu melakukan lemparan ke dalam lapangan, apalagi jika tim tersebut sedang memimpin.
Selain itu, EFL juga memperkenalkan 'multiball system'. Selain itu larangan lainnya, yakni pemain tidak perlu lagi meminta bola kepada 'ball boy' karena bola akan ditempatkan di atas kerucut di area yang ditentukan untuk memastikan tidak ada pemborosan waktu.
Dilansir dari Wikipedia, EFL merupakan liga klub sepak bola profesional dari Inggris dan Wales. Didirikan pada tahun 1888 sebagai Football League, liga tersebut merupakan kompetisi tertua di dunia.
EFL awalnya merupakan liga sepak bola tingkat atas di Inggris sejak pendiriannya hingga tahun 1992, ketika 22 klub teratas berpisah darinya untuk membentuk Liga Utama.
Baca Juga: Skuad Timnas Indonesia Tahu Trik Permainan Palestina, Pratama Arhan Tebar Ancaman: Semoga...
Sebelumnya, EFL merupakan rebranding dari The Football League sendiri yang merupakan operator di Liga Inggris. EFL menjalankan tiga divisi profesional: Divisi Championship, League One, dan League Two. Tiga kompetisi itu masing-masing menempati tingkat kedua, ketiga, dan keempat, dalam piramida sepakbola Inggris.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Apa Merk Cushion yang Bagus? Ini 8 Rekomendasi yang Sudah BPOM
-
Pesona SUV Mazda yang Seukuran dengan Suzuki S-Presso, Harga Cuma Tak Sampai 200 Juta
-
Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta
-
96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi
-
realme P4 Series Meluncur 2 Juli, HP Gaming Baterai 8000mAh Paling Terjangkau dengan AI Gaming
-
MotoGP Belanda 2026: Marc Marquez Incar Hattrick, Pecco Punya Misi Terakhir
-
Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Wajib Tahu! Ada Perbaikan Jalan di Beberapa Titik hingga Awal Juli
-
Andai Waktu Bisa Diulang Kembali: Dilema Davina Karamoy Antara Cinta dan Kehormatan
-
Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah
-
Irit dan Tangguh, Ini Alasan Kenapa Yamaha Gear Ultima Jadi Skutik Favorit Perempuan