Beredar kabar Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menerjunkan 7 juta banser untuk menggeruduk paksa Pondok Pesantren Al Zaytun. Aksi itu disebut-sebut sampai membuat pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang ketakutan.
Kabar itu dibagikan oleh akun YouTube Benteng Istana pada 20 Juni 2023. Dalam narasinya, akun ini mengabarkan bahwa Panji Gumilang ketakutan karena ponpesnya digeruduk paksa jutaan banser.
Adapun 7 juta banser itu diterjunkan untuk menggeruduk paksa Ponpes Al Zaytun atas perintah Gus Yaqut.
Narasi yang dibagikan akun Benteng Istana dalam judul sebagai berikut:
“PANJI GUMILANG KETAKUTAN, GUS YAQUT PIMPIN 7 JUTA BANSER GRUDUK PAKSA AL ZAITUN.”
Sedangkan narasi dalam thumbnail berikut ini:
“PANJI GUMILANG KETAKUTAN GUS YAQUT PIMPIN 7 JUTA BANSER GERUDUK AL ZAITUN.”
Lantas benarkah klaim tersebut?
PENJELASAN
Baca Juga: Ketua DPR Salut pada Timnas Indonesia Saat Melawan Argentina
Berdasarkan penelusuran, narasi Menag menerjunkan 7 juta banser untuk menggeruduk paksa Ponpes Al Zaytun adalah tidak benar.
Faktanya setelah dilihat, isi video sama sekali tidak memberikan informasi kredibel tentang penerjunan 7 juta banser oleh Menag Yaqut. Begitu pula tentang Panji Gumilang, tak ada sumber valid yang menyebut dirinya ketakutan.
Selain itu, narator dalam video juga hanya membacakan artikel yang dipublikasikan oleh tribunnews.com pada Senin (19/6/2023). Artikel yang dimaksud berjudul “Pengakuan Eks Pengurus Sebut di Ponpes Al Zaytun Ada Gerakan untuk Mendirikan Negara.”
Artikel itu membahas pernyataan dari Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center, Ken Setiawan. Ia ternyata pernah menjadi pengurus di Ponpes Al Zaytun.
Dalam pengakuannya, Ken mengungkap dirinya pernah membuat gerakan bawah tanah untuk mengembalikan Jemaah NII untuk kembali ke NKRI. Salah satunya adalah proses perekrutan calon jemaah atau santri di Ponpes Al Zaytun.
KESIMPULAN
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Novel Bamukmin Jadi Cawapres Anies Baswedan, Benarkah?
-
Cek Fakta: Raffi Ahmad Ngamuk Lihat Rekaman CCTV Syahnaz Sadiqah dan Rendy Kjaernett Mandi Bareng
-
PWNU Jabar Haramkan Orang Tua Daftarkan Anak di Ponpres Al Zaytun!
-
NU Jabar Beberkan Alasan Haram Memondokkan Anak Di Ponpes Al Zaytun: Sesuai Bahtsul Masail
-
CEK FAKTA: Ogah Hadiri Ultah Putri Ane, Arya Saloka Terciduk Makan Malam Bareng Amanda Manopo! Simak Faktanya Di Sini
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Izin Bodong! Daycare Little Aresha Jogja Ternyata Tak Berizin, 53 Anak Jadi Korban Kekerasan
-
Tren Arsitektur Hijau 2026: Material Eco-Friendly Jadi Standar Baru Bangunan
-
Satu Kamar Diisi 20 Anak! Polresta Jogja Bongkar Praktik Tak Manusiawi di Daycare Umbulharjo
-
Provinsi Banten Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik
-
Menyusuri Jalur Surade Sukabumi-Bogor: Seluruh SPBU Kosong Bio Solar, Truk Beras Terhambat
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
5 Rekomendasi Track Gowes di Bogor yang Ramah Bapak-bapak, Cocok Buat Sehat Bareng Komunitas
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Terlalu Kocak, Benedictus Siregar Bikin Fatih Unru Sulit Fokus Syuting Gudang Merica