Said Didu baru-baru ini menyorot tajam kabar mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mau dijadikan tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus Formula E. Ia pun langsung membandingkan dua ajang balap Formula E dengan Mandalika.
Melalui akun Twitternya, Said Didu awalnya menyoroti sebuah pemberitaan tentang Anies. Berita itu mengabarkan bahwa Denny Indrayana telah mendapatkan info jika Anies Baswedan sebentar lagi akan dijadikan tersangka KPK.
Kabar itu pun membuat Said Didu terheran-heran. Ia langsung menyebut selama ini ajang balap yang merugikan negara adalah Mandalika. Sedangkan gelaran Formula E menguntungkan negara.
Namun kenapa pada akhirnya, kata Said Didu, Formula E justru yang mau dituntut. Ia juga secara menohok menyebut bahwa rakyat tidak bodoh, sehingga bisa melihat mana yang benar dari kasus tersebut.
"Yang merugikan negara balap Madalika. Yang menguntungkan negara balap Formula E. Tapi yang mau dituntut Formula E. Rakyat tidak bodoh," sentil Said Didu di Twitter pada Kamis (22/6/2023).
Kritikan yang dilontarkan Said Didu itu pun langsung ramai mendapatkan atensi warganet. Hingga berita ini dipublikasikan, cuitan itu sedikitnya telah mendapatkan 700 tanda suka dan dibanjiri beragam komentar.
Sebagian warganet tampak setuju dengan pendapat yang dilontarkan Said Didu. Mereka yang setuju pun langsung mengkritisi pemerintah.
"Mereka sudah seperti bandit, siapa saja yang menjadi ancaman dan merugikan pasti disikat. Tapi ada yang mereka tidak sadari bahwa kehancuran adalah hak para penzalim," komentar warganet.
"Rezim manipulatif di dalam melakukan kebijakan," sindir warganet.
Baca Juga: TECNO Menghadirkan Varian Baru dan Desain Flagship Magic Skin Edition seri SPARK 10 NFC di Indonesia
"Hasil cawe-cawe. Partai pendukung koalisi perubahan digembosi, Anies dituntut KPK. Survei pun sudah dibuat dan jeblog lagi votingnya suaranya untuk Anies," kritik warganet.
Namun ada juga yang tidak setuju dengan opini Said Didu. Warganet yang tak setuju langsung mempertanyakan mengapa kubu Anies harus panik jika memang tidak bersalah.
"Kok pada panik? Katanya paling jujur dan paling bersihlah, ngapain panik?" tanya warganet.
"Efek dipecat menjadikan kebencian mengalahkan akal Anda. Kasihan," sindir warganet ke Said Didu.
"Formula E menguntungkan negara dari mana?" tanya warganet.
"Masa sih orang baik orang jujur pendidikan tinggi benar bisa dibuat salah," tambah yang lain.
Berita Terkait
-
Mahfud MD Respons Isu Anies Baswedan Bakal Jadi Tersangka KPK
-
Rumah DP 0 Rupiah Warisan Anies Disewakan, Heru Budi: Misal Kalangan Muda Udah Nikah, Mereka Perlu Diperhatikan
-
Berangkat Haji, AHY Ikut Antar Keberangkatan Anies di Bandara Soetta Sore Ini
-
Staf Khusus Menteri BUMN: Wajar Kalau World Superbike di Sirkuit Mandalika Rugi
-
Rumah DP 0 Rupiah Anies Diganti Oleh Heru Budi, Namanya Jadi Hunian Terjangkau Milik
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kepala BGN Minta Guru Santap MBG: Perlukah Sekolah Mengisi Celah Sistem?
-
Beli Tiket Indomaret Run Pakai BRImo Dapat Diskon Langsung, Ini Caranya
-
Arti Nama Calon Buah Hati Iko Uwais dan Audy Item yang Keguguran di Usia 7 Minggu
-
Alasan Puan Maharani Majukan Sidang Tahunan 2026 ke 14 Agustus
-
Amnesty Bantah Hukuman Mati Bikin Koruptor Jera: Hanya Mitos
-
Jelang Muktamar NU ke-35, Tokoh dan Aktivis Desak PBNU Independen dan Responsif Gender
-
Pemprov DKI: Evaluasi Jalur Bukan Berarti Abaikan Hak Pesepeda
-
Bentangkan Merah Putih 1.000 Meter, Serukan Rakyat Masih Bersatu di Tengah Persoalan Bangsa
-
Kripto Berbasis Aset Riil Penuhi Unsur Syariah
-
Diskon Dimsum di Super Yumcha Khusus Nasabah BRI, Cek Cara Dapatkannya!