/
Jum'at, 30 Juni 2023 | 18:37 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. ([Suara.com/Novian])

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengenang awal mula bisa setuju jadi menteri Presiden Jokowi di Kabinet Indonesia Maju. Tak disangka, Prabowo mengaku awalnya ogah menjadi Menteri Pertahanan (Menhan).

Lantas apa yang membuat Prabowo akhirnya luluh dan bersedia jadi menteri Jokowi?

Dalam wawancara bersama Najwa Shihab, Prabowo ternyata awalnya justru menawarkan diri untuk menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). 

Fakta itu terungkap kala Najwa Shihab menanyakan rasa penasarannya terkait keputusan Prabowo yang mendadak berangkat ke Istana pada 2019. Padahal kala itu, Prabowo habis berduel habis-habisan melawan Jokowi di Pilpres 2019 sampai ke level Mahkamah Konstitusi (MK).

Ternyata, Prabowo akhirnya luluh mau menjadi menteri Jokowi berkat instinya. Ia mengaku kala itu memandang bahwa rekonsiliasi dengan pemerintahan Jokowi merupakan jalan terbaik, alih-alih kembali menjadi oposisi.

"Saya berpikir dan saya menilai insting saya, rekonsiliasi (dengan pemerintahan Jokowi) itu jalan yang terbaik. Makanya saya putuskan ya rekonsiliasi, ucap Prabowo dalam wawancaranya bersama Najwa Shihab yang disiarkan di YouTube, Jumat (30/6/2023).

Berawal dari instingnya, Prabowo akhirnya menyatakan partainya akan mendukung pemerintah. Meski demikian, Prabowo mengaku sama sekali tidak berniat masuk ke kabinet setelah menyatakan dukungan ke pemerintah.

"Perkara masuk dan keluar dari kabinet. jadi waktu itu niat saya untuk saya sendiri tidak masuk kabinet (Indonesia Maju)," beber Prabowo.

Namun, kata Prabowo, ia malah terus mendapatkan tawaran untuk menjadi menteri. Padahal ia mengaku ingin menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di pemerintahan.

Baca Juga: Jeruk Bisa Menetralisir Kolesterol Usai Makan Daging? Mitos atau Fakta?

Akhirnya setelah tawaran demi tawaran untuk menduduki menteri terus berdatangan, Prabowo menerima. Apalagi ia juga berhasil diyakinkan sejumlah pihak untuk menjadi menteri Jokowi. Jabatan Menhan pun diembannya.

"(Saat itu) terus ada tawaran-tawaran (menjadi menteri). Akhirnya saya berhasil diyakinkan untuk masuk (kabinet) dan waktu saya masuk. Tadinya terus terang saja, saya mintanya jadi Ketua Dewan Pertimbangan Presiden," aku Prabowo.

Bukan tanpa alasan Prabowo menginginkan jabatan sebagai Wantimpres. Ia menilai jabatan sebagai Ketua Wantimpres membuatnya lebih longgar menjalani aktivitas lainnya. Tetapi ia akhirnya tetap menerima tugas yang diberikan sang presiden.

"Saya berpikir yakan saya kan istilahnya rivalnya Pak Jokowi kalau saya Wantimpres intinya juga mungkin tidak bisa lebih longgar aktivitas, terus menerus, tapi akhirnya saya masuk kabinet," tandasnya.

Load More