Penyakit Antraks tengah heboh dan jadi perbincangan lantaran mewabah di Gunungkidul, Yogyakarta, sejak Idul Adha 2023 kemarin.
Wabah antraks ini bahkan sudah menyerang manusia sehingga membuat masyarakat semakin waspada. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawaty mengungkapkan awalnya mendapat laporan dari RSUP dr Sardjito terkait adanya pasien laki-laki berusia 73 tahun yang terpapar antraks pada 2 Juni 2023 lalu.
Pasien warga Pedukuhan Jati, Kelurahan Candirejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul itu lalu meninggal pada 4 Juni 2023.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul mengatakan korban sempat mengkonsumsi daging sapi yang mati karena sakit pada Mei lalu.
Hingga saat ini, pihak terkait tengah melakukan berbagai penelitian dan tindakan untuk mencegah antraks semakin mewabah dan menimbulkan korban baru.
Sebenarnya apa itu penyakit antraks?
Antraks merupakan penyakit bakterial bersifat menular akut pada manusia dan hewan yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis.
Anthrax adalah penyakit langka namun serius yang disebabkan oleh bakteri pembentuk spora, Bacillus anthracis. Anthrax terutama menyerang hewan ternak dan hewan liar.
Ternak, baik itu sapi maupun kambing dapat terinfeksi penyakit Antraks apabila memakan pakan atau minum air yang terkontaminasi spora tersebut atau jika spora mengenai bagian tubuh yang luka.
Baca Juga: Apa Itu Lahelu, Tak Kalah Seru dari 9GAG dan 1CAK
Penularan antraks dari hewan ke hewan juga cukup cepat. Hewan yang terinfeksi antraks bisa menularkan ke hewan lain melalui cairan yang keluar dari tubuhnya.
Itulah mengapa, saat ada satu hewan yang sudah terkena antraks, maka hewan tersebut harus segera dijauhkan dari hewan yang lain.
Bukan hanya hewan, manusia dapat terinfeksi melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan hewan yang sakit. Salah satu yang bisa membuat penyakit antraks menyerang manusia adalah ketika seseorang mengonsumsi daging hewan yang terinfeksi antraks.
Itulah mengapa pihak terkait akan menggunakan APD lengkap ketika memeriksa hewan peliharaan yang terkena antraks.
Biasanya bakteri antraks masuk ke dalam tubuh melalui luka di kulit. Manusia juga dapat terinfeksi dengan memakan daging yang terkontaminasi atau menghirup spora.
Gejala Antraks pada manusia
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Bandingkan Dirinya dengan Febrie, Nadiem Makarim Curhat Langsung Diborgol Saat Ditahan
-
Ketimpangan Sumsel Makin Rendah, Tapi Jurang Pengeluaran Kota dan Desa Masih Terasa
-
26 Ribu Pekerja Baru di Jawa Timur: Pengangguran Menyusut, Sektor Pertanian Jadi Penyelamat
-
Kejati Lampung Pulihkan Rp1,14 Triliun Uang Negara, Ada Tumpukan Dolar dan Emas
-
Tak Melulu Malioboro, 5 Hidden Gem Jogja yang Wajib Masuk Wishlistmu
-
Besaran Dana PIP 2026 untuk Siswa SD, SMP, dan SMA, Ada yang Dapat Rp1,8 Juta!
-
92 Ribu Warga Jatim Lepas dari Kemiskinan, Apa Rahasianya?
-
Strategi Mitsubishi Fuso Jamin Operasional Truk Tanpa Henti di GIIAS 2026
-
Dari Hobi Saat Pandemi, Raditya Dika Kini Jadi Duta Marvel Hero Rush TCG
-
Viral Video Demo Ternyata Rekaman Lama, Pemerintah Buru Penyebar Hoaks