Keputusan sejumlah pemain Timnas Indonesia U-20 untuk bergabung menjadi anggota polisi telah menimbulkan pro dan kontra di kalangan pecinta sepak bola.
Beberapa dari mereka bahkan mendapat hujatan atas keputusan tersebut. Meskipun begitu, keputusan ini menawarkan beragam keuntungan bagi para pemain yang memilih jalur ganda ini.
Kesembilan pemain yang memutuskan untuk menjadi anggota polisi adalah Kakang Rudianto (Persib Bandung), Muhammad Ferarri (Persija Jakarta), Frengky Missa (Persikabo 1973), Ginanjar Wahyu (Arema FC), dan Ananda Raehan (PSM Makassar). Selain itu, ada pula Dimas Julio Pamungkas (Bhayangkara FC), Muhammad Faiz Maulana (Bhayangkara FC), Daffa Fasya Sumawijaya (Borneo FC), dan Rabbani Tasnim Siddiq (RANS Nusantara FC).
Kini, kesembilan pemain ini tengah menjalani pelatihan intensif selama lima bulan ke depan untuk mencapai tujuan mereka menjadi anggota Kepolisian.
Meskipun menerima kritik dari beberapa suporter dan netizen yang meragukan keberanian mereka dalam mengejar karier sepak bola, ada banyak alasan mengapa pemain sepak bola memilih jalur ganda sebagai anggota polisi.
Sebagai anggota polisi, para pemain tidak hanya akan memiliki stabilitas finansial dari gaji bulanan sebesar Rp 2-6 juta, bergantung pada pangkat dan golongan.
Mereka juga berhak atas tunjangan hidup dan insentif dari pemerintah, yang memberikan tambahan penghasilan bagi mereka.
Selain itu, sebagai polisi, mereka memiliki kesempatan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara, memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan menjaga keamanan serta ketertiban.
Namun, keputusan untuk menjadi anggota polisi tidak menghalangi para pemain untuk tetap mengembangkan karier mereka di dunia sepak bola.
Baca Juga: Tak Lagi Tampil Tomboi Usai Umumkan Nyaleg, Potret Terbaru Dera Idol Berhijab Bikin Pangling
Banyak pesepak bola profesional yang juga sukses bermain di kompetisi sepak bola Indonesia sambil tetap menjalani tugas mereka sebagai polisi.
Setelah pensiun dari sepak bola, anggota polisi ini memiliki pekerjaan lain yang dapat mereka andalkan.
Tak hanya itu, menjadi anggota polisi juga membuka peluang bagi para pemain untuk meraih karier cemerlang.
Dengan dedikasi yang tinggi dan kinerja yang baik, naik pangkat menjadi hal yang dapat mereka raih di dalam instansi Kepolisian.
Kesempatan ini memberikan potensi bagi mereka untuk mencapai karier terbaik baik di dunia olahraga maupun di dalam tubuh Kepolisian.
Pilihan karier ini juga memberikan dampak positif bagi sepak bola Indonesia secara keseluruhan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati