Ustaz Adi Hidayat atau UAH menghadapi situasi sulit usai mencoba berbuat baik dengan memberikan sumbangan senilai Rp 14 miliar kepada Palestina. Bagaimana tidak, sejumlah aplikasi yang dibuatnya di PlayStore malah diblokir oleh Google buntut memberikan sumbangan tersebut.
Sebagai balasan, Ustaz Adi Hidayat mengirim surat somasi kepada Google. Informasi ini dibagikan oleh akun Twitter bernama @/m1n4_95.
Akun tersebut menyampaikan bahwa Google telah membatasi akses terhadap sejumlah aplikasi pembelajaran di PlayStore yang dikembangkan oleh Ustaz Adi Hidayat. Bahkan, aplikasi Al Quran yang dimiliki Ustaz Adi Hidayat juga dihapus oleh Google.
Mengenai itu, menarik melihat profil lengkap Ustaz Adi Hidayat berikut ini.
Profil Ustaz Adi Hidayat
Ustaz Adi Hidayat adalah tokoh agama yang sangat berpengaruh. Pria berusia 36 tahun ini mampu mengumpulkan sumbangan bagi Palestina hingga mencapai angka miliaran.
Ustaz Adi Hidayat dilahirkan pada 1 September 1984 di Kabupaten Pandeglang. Ia mengawali pendidikan dasarnya di SDN Karaton 3 Pandeglang hingga kelas 3, kemudian pindah ke SDN III Pandeglang dari kelas 4 hingga kelas 6.
Walaupun ia adalah siswa pindahan, Ustaz Adi Hidayat tetap bisa mendapat prestasi dan menjadi siswa terbaik di sekolahnya. Ia bahkan ditempatkan di kelas unggulan yang diisi oleh siswa SD terbaik di Kabupaten Pandeglang dan meraih peringkat pertama sebagai siswa teladan.
Selain pendidikan umum, Ustaz Adi Hidayat juga belajar di Madrasah Salafiyyah Sanussiyyah Pandeglang atas arahan orang tuanya. Akibatnya, ia harus bersekolah dari pagi hingga sore.
Baca Juga: Demokrat Duga Pencabutan Izin Kegiatan PKS Bareng Anies di Stadion Patriot Bekasi Bersifat Politis
Pada tahun 1997, ia menyelesaikan pendidikan dasarnya dan melanjutkan pendidikan menengah di Tsanawiyyah dan Aliyah di Ponpes Darul Arqam Muhammadiyah Garut.
Pondok pesantren itu memberikan pendidikan agama dan umum dengan proporsi seimbang. Terbukti ponpes itu telah melahirkan banyak alumni yang berperan di tingkat nasional dan internasional. Tak terkecuali memberikan bekal utama untuk Ustaz Adi Hidayat dalam berbagai bidang ilmu, baik umum maupun agama.
Salah satu guru yang mendidik Ustaz Adi Hidayat, yaitu Buya KH. Miskun As-Syatibi, merupakan orang yang berpengaruh dalam membangkitkan kecintaannya terhadap Al Quran dan pengetahuan mendalam.
Selama menempuh pendidikan di pondok tersebut, Ustaz Adi Hidayat meraih banyak penghargaan, baik di tingkat Pondok, Kabupaten Garut, hingga Provinsi Jawa Barat.
Ustaz Adi Hidayat juga berhasil lulus dengan predikat santri teladan dalam dua bidang, yaitu umum dan agama. Ia diberi kehormatan untuk mempresentasikan makalah ilmiah dengan judul "Konsep ESQ Dalam Al-Quran" di depan tokoh pendidikan M. Yunan Yusuf.
Pada tahun 2003, ia menerima undangan PMDK dari Fakultas Dirasat Islamiyyah (FDI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang bekerja sama dengan Universitas Al-Azhar Kairo dan akhirnya diterima.
Berita Terkait
-
10 Remaja Riau Terima Beasiswa Ustaz Adi Hidayat hingga S3, Ini Nama-namanya
-
Rajin Salat tapi Masih Suka Nonton Film Porno, Ustaz Adi Hidayat: Paling Tidak Beradab
-
Sosok Ustaz Adi Hidayat, Somasi Google Usai Diblokir karena Donasi Rp14 M ke Palestina
-
Jawab Kritikan Deddy Corbuzier, Kominfo: Perpres Jurnalisme Berkualitas Tidak Ada Kaitannya dengan Influencer
-
Kronologi Ustaz Adi Hidayat Somasi Google Buntut Prahara Donasi ke Palestina
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!
-
Simalakama Plastik: Antara Lonjakan Harga dan Napas UMKM yang Sesak
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
Terkini
-
Ordal Kemenkeu Sebut APBN Hanya Kuat 2 Minggu, Purbaya Tertawa
-
Soal Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Komisi I DPR RI Jadwalkan Pemanggilan Menhan
-
ASEAN IP Office Leaders Retreat AWGIPC, Perkuat Arah Implementasi Rencana Aksi KI ASEAN 2026-2030
-
Sinopsis Ginga no Ippyou, Drama Jepang Terbaru Haru Kuroki dan Kayo Noro
-
Draf Gencatan Senjata AS-Iran Beredar, Selat Hormuz Jadi Kunci Kesepakatan
-
Bank Mandiri Raih Kinerja Moncer, Ekonom Nilai Buah Hasil Ekspansi
-
Jadi Saksi di Sidang Noel, Direktur PT BSK Ngaku Bayar Rp100 Juta per Tahun untuk Sertifikat K3
-
Changan Perkenalkan Teknologi BlueCore HEV Solusi Berkendara Irit Tanpa Repot Isi Daya
-
Siasat Ganti Nama di Balik Gaji Rp3,6 Miliar: Bongkar 85 Pegawai Khusus Wali Kota Bandar Lampung
-
Tega! 800 Liter Solar Subsidi Diselewengkan di Sumbawa, Polisi Bertindak Tegas