/
Jum'at, 04 Agustus 2023 | 15:34 WIB
Potret Sujiwo Tejo (Suara.com/Oke Atmaja)

Nama Rocky Gerung kini tengah menjadi sorotan luas gegara penggunaan diksi 'bajingan tolol' yang dinilai menghina Presiden Jokowi. Mengenai itu, menarik menilik kembali momen perdebatan pengamat politik itu dengan budayawan Sujiwo Tejo.

Dalam sebuah acara televisi, Sujiwo Tejo dan Rocky Gerung sempat terlibat dalam perdebatan mengenai persoalan si kaya dan si miskin dalam konteks pola pikir kritis.

Awalnya, Sujiwo Tejo menceritakan pengalamannya mengunjungi rumah Bung Hatta di Bukittinggi, Sumatera Barat. Menurutnya, rumah Wakil Presiden RI pertama itu menunjukkan sosok Bung Hatta sebagai orang sangat kaya.

Tak cuma Bung Hatta, Sujiwo Tejo juga membahas rumah orang tua Presiden RI pertama, Soekarno, di Blitar, Jawa Timur. Ia juga memandang rumah Sang Proklamator yang kini sudah menjadi museum itu juga mencerminkan kekayaan.

"Saya pernah ke Bukittinggi ke rumahnya Pak Hatta. Ternyata Pak Hatta itu kaya banget. Pak Hatta punya dokar kalau sekarang (setara mobil) Mercy," kata Sujiwo Tedjo seperti yang dikutip dari akun YouTube Kutipanrockygerung, Jumat (4/8/2023).

"(Saya juga pernah) ke Blitar ke rumah orang tuanya Soekarno yang (sekarang) jadi museum. (Rumahnya) gede kaya," sambungnya.

Sujiwo Tejo lantas menjelaskan poinnya. Ia menilai bahwa orang memiliki pola pikir kritis haruslah kaya. Tak hanya itu, ia juga mempertanyakan apakah bisa orang miskin menjadi orang yang kritis berpikir layaknya akademisi Rocky Gerung.

"Artinya ternyata orang kalau mau (berpikir) kritis harus kaya. Ini tragedi lo, bisa enggak orang miskin jadi kayak Rocky?" tanya Sujiwo Tejo.

Mendengar pertanyaan itu, Rocky Gerung berpendapat bahwa kemiskinan tidak menghalangi seseorang untuk berpikir kritis. Menurutnya, orang menghargai Bung Hatta bukan karena harta kekayaannya, melainkan pemikirannya.

Baca Juga: Diperiksa Dewas KPK, Firli Bahuri Dicecar Soal Komunikasi Antara Johanis Tanak dengan Idris Sihite

Kendati demikian, Sujiwo Tejo kembali mendebat Rocky Gerung dan melakukan skakmat. Ia mempertanyakan kembali bagaimana seseorang yang memiliki keterbatasan ekonomi, bisa berpikir dengan jernih dan kritis.

"Enggak, tadi kan bung Rocky bilang akal sehat akal sehat. Gimana mau berakal sehat kalau ekonomi pas-pasan?" tanya Sujiwo Tejo.

Rocky Gerung pun merespons pertanyaan tersebut dengan menyalahkan Presiden Jokowi. Ia menilai pertanyaan yang dilontarkan Sujiwo Tejo itu lebih pantas diarahkan ke orang nomor satu di Indonesia, bukan dirinya.

Bukan tanpa alasan. Rocky Gerung menjelaskan masalah kemiskinan yang dipengaruhi oleh stunting. Ia juga mengkritisi kebijakan presiden karena lebih menggalakkan infrastruktur alih-alih memerhatikan masalah stunting.

"Ya itu (pertanyaan akal sehat) urusan Jokowi. Kenapa stunting banyak? Kenapa misalnya hak emak-emak untuk melahirkan bayi yang sehat supaya potensi otaknya berkembang dihalangi infrastruktur yang mengambil hak bayi itu?" paparnya.

"Dari hak (masyarakat) terhadap susu pindah terhadap menjadi aspal jalan tol (infrastuktur). Kan itu intinya," pungkas Rocky Gerung.

Load More