Anggota DPR Fraksi Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago menuding bahwa gelar profesor Rocky Gerung mengada-ada.
"Orang ini mengaku seorang akademisi dan profesor. Padahal, dia bukan profesor. Senang dia tuh kalau disebut profesor," kata Irma dalam diskusi Catatan Demokrasi.
Irma Suryani juga mengungkit soal gelar pendidikan Rocky Gerung yang menurutnya tak selayaknya disebut profesor dan menjadi dosen.
"Pendidikannya cuma S1 doang, dia ngaku dosen," imbuh Irma.
Irma lantas membandingkan latar belakang Rocky Gerung yang mengaku akademisi namun berbanding terbalik dengan ucapannya.
"Kalau kalimat yang dilontarkan seorang pendidik enggak pantes ngomong begitu. Itu mengajarkan kebodohan politik. Malah membuat mahasiswa kalau ditangani orang satu ini akan menjadi brutal," ujar Irma.
Menilik dari biodata dan riwayat pendidikannya, Rocky Gerung merupakan lulusan Universitas Indonesia angkatan 1979.
Mulanya, pria kelarhiran Manado Sulawesi Utara ini mengambil jurusan Ilmu Hubungan Internasional di Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial. Namun ia lalu beralin jurusan ke Ilmu Filsafat di fakultas yang sama.
Setelah lulus, Rocky diminta untukk mengajar di jurusannya di Departemen Ilmu Filsafat Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya.
Ia menjadi dosen tetap hingga tahun 205. Namun Rocky Gerung berhenti menjadi dosen lantaran keluarnya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 205 yang mensyaratkan pendidikan minimal seorang dosen adalah S2 atau bergelar magister.
Berita Terkait
-
Prabowo Pasang Badan untuk Jokowi terkait Dugaan Penghinaan oleh Rocky Gerung
-
Ikut-ikutan Rocky Gerung, Jumhur Hidayat Sebut Omnibus Law Kebijakan Bajingan Tolol
-
Ustaz Yahya Waloni Ungkap Alasan Rocky Gerung Belum Mualaf Padahal Circle Muslim: Dia Punya Pegangan
-
Imbas 'Hina' Jokowi, Rumah Rocky Gerung Dilempari Telur Busuk hingga Pagar Dirusak
-
Fakta-fakta di Balik Pembakaran Bendera PDIP: Diduga Aksi Bela Rocky Gerung
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026