Timnas Indonesia U-23 perlu mengambil pelajaran dari insiden-insiden terdahulu yang dialami klub. Pasalnya, ada beberapa tim sepak bola di Indonesia yang mendapat sanksi akibat mengikutsertakan pemain yang tidak memenuhi syarat.
Karena itu, Timnas U-23 harus ekstra hati-hati setelah dua dari pemain mereka, Komang Teguh Trisnanda dan Titan Agung, mendapat sanksi dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Endri Erawan, yang menjabat sebagai Manajer Timnas Indonesia U-23, mengungkapkan bahwa kedua pemain tersebut saat ini tidak dapat turun bermain. Hal ini disebabkan oleh pemberitahuan dari AFC terkait insiden di final SEA Games 2023.
“Yang jadi masalah dua orang ini, Titan dan Komang. Kami kaget tiba-tiba tanggal 14 itu dapat surat dari AFC mengingatkan kami ada suspend dari pemain kita,” ucap Endri Erawan di Nonglalok Stadium pada Kamis (17/8/2023).
Jika Timnas U-23 tetap nekat memutuskan untuk memasukkan kedua pemain tersebut dalam pertandingan Piala AFF U-23 2023, maka Timnas Garuda berisiko menerima sanksi, termasuk kemungkinan diskualifikasi.
Ada beberapa contoh tim yang mendapatkan sanksi karena pelanggaran serupa:
Kanjuruhan FC pada Liga 3 2018
Klub dari divisi ketiga, Kanjuruhan FC, sempat dicoret dari Liga 3 Zona Jawa Timur 2018. Keputusan ini diambil setelah klub tersebut diduga memainkan pemain yang tidak memiliki persetujuan resmi.
Kanjuruhan FC dituding menerjunkan pemain yang tidak sah dalam dua pertandingan menghadapi Persekabpas Pasuruan dan PSIL Lumajang.
Baca Juga: Tak Perlu Repot Tukar Uang, Belanja di Singapura Kini Bisa Bayar Pakai QRIS
Pemain yang diturunkan itu rupanya belum disetujui oleh Asprov PSSI Jawa Timur. Akibat pelanggaran ini, mereka mendapat sanksi sesuai kode disiplin PSSI.
Persibo Bojonegoro di Liga 3 2021
Persibo Bojonegoro juga mendapat hukuman serupa di Liga 3 Zona Jawa Timur 2021. Klub ini dianggap melanggar aturan dengan memasukkan pemain yang identitasnya tidak sesuai dengan data yang terdaftar.
Hal itu terjadi saat babak 32 besar Liga 3 Jawa Timur melawan Mitra Surabaya. Komdis PSSI Jawa Timur menjelaskan bahwa pemain Persibo ada yang menggunakan identitas tak sesuai dengan nomor punggung yang didaftarkan ke Asprov PSSI Jawa Timur.
Hasilnya meski menang 1-0, Persibo tidak bisa lolos ke babak 16 besar karena disanksi diskualifikasi.
Real Madrid di Copa del Rey 2015/2016
Dalam Copa del Rey 2015/2016, Real Madrid mendapat sanksi karena memasukkan Denis Cheryshev yang ternyata masih memiliki sanksi berupa larangan bermain. Kesalahan ini menyebabkan Real Madrid dikeluarkan dari kompetisi tersebut.
Saat itu, Denis Cheryshev diketahui masih mendapatkan sanksi larangan bermain setelah mendapatkan akumulasi tiga kartu kuning, tepatnya saat masih menjalani masa pinjaman bersama Villarreal.
Namun, Real Madrid rupanya tak mengetahui dengan hukuman itu. Cheryshev pun dimainkan pada laga 32 besar Copa del Rey melawan Cadiz. Alhasil, Real Madrid dijatuhi sanksi diskualifikasi dari Copa del Rey oleh Federasi Sepak Bola Spanyol.
Berita Terkait
-
Ada Ramadhan Sananta di Timnas Indonesia U-23, Media Malaysia Ketar-ketir
-
Jelang Piala AFF U-23 2023, Alfeandra Dewangga Jadi Sorotan Media Malaysia
-
Wajah Baru di Timnas Indonesia U-23 Belum Bikin Shin Tae-yong Yakin, Beckham Putra Beri Respons Begini
-
Blunder Timnas U-23 Indonesia, Dua Pemainnya Dilarang Main oleh AFC
-
2 Pemain Timnas Indonesia U-23 Tak Bisa Tampil di Piala AFF U-23 2023, Media Malaysia Salahkan PSSI
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Iran Hancurkan Radar FP132 AS di Qatar, Amerika Kini 'Buta' dari Serangan Rudal Balistik?
-
Prabowo Siap Terbang ke Teheran, Damaikan Perang AS-Israel Vs Iran
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
Pernyataan Resmi Kemlu RI soal Serangan AS-Israel ke Iran: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
Terkini
-
Siapa Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Jadi Target Militer AS dan Israel
-
Heboh Pencurian Model Baru, Kenali Fungsi ID Tag Motor Keyless
-
Lebih dari Sekadar Isu Lingkungan, Sandy Canester Ajak Pendengar Berefleksi Lewat Single Pohon
-
Ancaman Iran ke AS-Israel Usai Serangan: Siapkan 'Pelajaran Bersejarah'!
-
Viral Guru Muslim Mengajar di Sekolah Katolik, Sikap Siswanya Saat Ramadan Jadi Sorotan
-
Iran Hancurkan Radar FP132 AS di Qatar, Amerika Kini 'Buta' dari Serangan Rudal Balistik?
-
Babak Baru Fariz RM Usai Bebas Penjara: Cuma Main Musik, Manajemen Diurus Keluarga
-
Bukan Sekadar Kuliner, RM Padang Payakumbuah Rilis Video Klip Bareng Davina Karamoy dan Laleilmanino
-
Ada Kendaraan Tempur AS 'Ngetem', Negara-Negara Timur Tengah Ikut Kecipratan Rudal Iran
-
Fakta Baru, Raihan dan Mahasiswi UIN Suska yang Dibacok Sebenarnya Pacaran?