Climate Change atau perubahan iklim harusnya menjadi isu yang perlu diperhatikan baik bagi masyarakat maupun pemerintah. Pasalnya, perubahan iklim ini berdampak pada kerugian negara.
Menurut data World Meteorogical Organization (WMO), pada tahun 2022 beberapa negara tercatat mengalami kerugian tinggi akibat perubahan iklim ini. Indonesia mengalami kerugian mencapai lebih dari 74 USD atau sekitar Rp 1,13 triliun. Angka ini bahkan melebihi dua negara lainnya yaitu Australia sekitar Rp 12 miliar, dan Filipina Rp 621 miliar.
Lantas apa penyebab utama kerugian dalam sektor ekonomi yang mencapai triliunan tersebut?
Fenomena La Nina setidaknya menjadi pemicu akan kerugian ekonomi beberapa negara tersebut. La Nina menyebabkan Suhu Muka Laut (SML) di bagian Samudera Pasifik mengalami pendinginan di bawah kondisi normalnya.
Akibatnya, potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik Tengah mengalami penurunan. Sebagian besar daerah seperti Kiribati dan Tuvalu mengalami kekeringan.
Namun di sisi ekstrim, meningkatkan curah hujan di wilayah Australia dan Indonesia sehingga menderita kerugian ekonomi parah akibat banjir.
Menurut Database Bencana Internasional, setidaknya ada 35 peristiwa bencana alam yang dilaporkan pada tahun 2022, dan 70 persen di antaranya merupakan peristiwa banjir.
Lebih dari 8 juta orang terdampak langsung akan bencana ini. Badai bahkan menjadi penyebab utama kematian di tahun 2022, terutama di Filipina dan Fiji.
Selain Fenomena La Nina, gelombang panas laut yang terjadi di beberapa wilayah juga menjadi pemicu kerugian ekonomi. Gelombang panas paling menonjol terjadi di wilayah timur Australia dan selatan Papua Nugini di Laut Solomon, dan Laut Koral, yang terjadi selama lebih dari enam bulan di tahun 2022.
Baca Juga: RSAB Harapan Kita Bantah Bayi Nala Alami Gizi Buruk Akibat Salah Diberikan Susu
Namun memang, sebagian besar wilayah Pasifik Barat Daya telah menunjukan pemanasan muka laut (0-700 m) sejak tahun 1993. Pemanasan yang begitu kuat, melebihi 2-3 kali laju pemanasan rata-rata global, di antaranya di Laut Solomon dan di sebelah timur Pulau Solomon, Laut Arafura, Timur Filipina, di sepanjang pantai selatan Indonesia, dan di Laut Tasman.
Di Indonesia sendiri, perkiraan luasan gletser di bagian barat Papua menunjukan total luas es pada April 2022 sekitar 0,23 km2 yang semula 0,27 km2 pada Juli 2021. Dari 2016 hingga 2022, tercatat rata-rata pengurangan luas es mencapai 0,07 km2.
Hal itu disebabkan tak lain karena pemanasan laut yang begitu tinggi di wilayah tersebut. Setidaknya pemanasan laut berkontribusi 40 persen dari kenaikan permukaan air laut. Akibatnya secara tidak langsung mengubah jalur badai dan memengaruhi ekosistem laut.
____________________________
Kontributor: Ayuni Sarah
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Agama Adik Vidi Aldiano Dipertanyakan, Jawab Sang Ayah Bikin Ngakak
-
Usai Akui Ijazah Jokowi Asli, Pelapor Sepakat RJ Rismon, Kasus Segera SP3?
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Bekasi Mencekam! SPBE di Mustikajaya Meledak Hebat, Warga Berhamburan Mengungsi
-
ASN Sumsel WFH Tiap Jumat, Enak atau Justru Jadi Ujian Disiplin?
-
Api Tak Pernah Padam di Kebun Hindoli: Sumur Minyak Ilegal di Lahan Sawit, Siapa yang Biarkan?
-
Modus Dukun Pengganda Uang, Pria di Kemang Bogor Cetak Rp620 Juta Uang Palsu Pakai Printer
-
Identitas Terlacak! Polisi Segera Tangkap Pembunuh Pria yang Terkubur 3 Meter di Cikeas
-
Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi
-
Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah