Surya Paloh, Ketua Umum Partai NasDem, dipandang sebagai 'juru taktik' di balik terciptanya duet pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai bakal capres-cawapres di Pilpres 2024.
Menurut Surya Paloh, Anies adalah seorang intelektual yang dapat membawa angin segar dalam menghadapi berbagai isu di masa depan. Sementara Cak Imin dikenal dengan kemampuannya sebagai seorang aktivis yang berpengalaman.
Surya Paloh yakin kombinasi keduanya akan menjadi modal penting untuk Pilpres 2024. Ia juga menegaskan bahwa pasangan Anies-Cak Imin akan didaftarkan ke KPU begitu pendaftaran Capres-Cawapres dimulai.
Mengenai itu, menarik melihat sumber dan harya kekayaan Surya Paloh yang berperan dalam duet Anies dan Cak Imin.
Detail Kekayaan Surya Paloh
Surya Paloh dikenal sebagai salah satu ketua partai paling tajir di Indonesia. Meskipun terlibat aktif dalam politik, Paloh cenderung berperan di belakang layar. Di samping sebagai politikus, ia adalah pengusaha yang aktif di beragam sektor.
Berdasarkan Globe Asia, total harta kekayaan bos Media Grup ini menembus angka Rp 8,74 triliun. Harta itu mengantarkan Surya Paloh menjadi sosok yang berada di peringkat ke-77 dalam daftar 150 orang terkaya di Indonesia.
Tak hanya itu, Surya Paloh juga tercatat sebagai pemilik dua media besar di Indonesia. Dua perusahaan media miliknya adalah Media Indonesia dan Metro TV.
Bisnis media tersebut menghasilkan pendapatan yang cukup signifikan bagi Paloh. Namun, sebelum masuk ke industri media, Paloh telah lama terjun dalam dunia bisnis.
Baca Juga: Diusulkan 3 Nama Kandidat PJ Gubernur Sumsel, Siapa yang Dipilih Mendagri Tito Karnavian?
Beberapa perusahaan yang dimilikinya meliputi PT Emas Mineral Murni yang bergerak di bidang emas, PT Pusaka Marmer Indahraya (PUMARIN) di bidang marmer, dan PT Surya Energi Raya di sektor minyak dan gas.
Ia juga memiliki sejumlah hotel yang dikelola oleh Media Group Hospitality, seperti The Papandayan, The Media Hotel and Tower, dan InterContinental Bali Resort.
Namun, Media Group tetap menjadi penyumbang terbesar kekayaan Paloh, dengan berbagai unit usaha mulai dari media cetak, media online, hingga televisi.
Berita Terkait
-
Ada Dua Presiden RI, Ini 5 Nama yang Pernah Dikibuli Anies Baswedan Menurut Jhon Sitorus
-
Elektabilitas AHY Jika Dipasangkan Prabowo atau Ganjar Pranowo
-
PDIP Buka Peluang Kerja Sama dengan Demokrat yang Hengkang dari Koalisi Anies-Cak Imin
-
Deklarasi Cak Imin, Surya Paloh: Selamat Tinggal Politik Cebong dan Kampret
-
PKS Dukung Edy Rahmayadi Maju Jadi Gubernur Sumut untuk Periode Kedua
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Tak Sekadar Berbagi, Ini Upaya Agar Kegiatan Sosial Punya Dampak Berkelanjutan
-
5 Keutamaan Puasa Syawal 6 hari dan Maanfaatnya Bagi Umat Islam
-
Krisis PPPK di NTT: 9.000 Pegawai Terancam Putus Kontrak Masal
-
Di Balik Cloud Storage, Ada Biaya Lingkungan yang Harus Kita Bayar
-
Jerman 'Impor' Tenaga Kerja India: Solusi di Tengah Tsunami Pensiun
-
7 Rekomendasi Sepatu Jalan Nyaman untuk Traveling Agar Kaki Tidak Cepat Pegal
-
Tak Masalah Dilaporkan ke Dewas KPK, Deputi Penindakan dan Eksekusi: Bentuk Kepedulian Masyarakat
-
Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
-
Israel Perluas Serangan ke Lebanon, Begini Sejarahnya!
-
Dari Eco-Pesantren Hingga Teologi Hijau: Cara NU dan Muhammadiyah Mengubah Iman Jadi Aksi Lingkungan