/
Selasa, 05 September 2023 | 13:41 WIB
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin usai menghadiri acara HUT ke-25 PAN di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (28/8/2023). ([Suara.com/Novian])

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin membongkar respons Ketum Partai Golkar yang kaget saat ia dan partainya keluar dari Koalisi Indonesia Maju.

Cak Imin mengungkapkannya dalam wawancara di Mata Najwa, Senin (4/9/2023). Saat itu, Cak Imin ditanya terkait dengan pamit ke Prabowo Subianto sebagai bakal capres yang didukung koalisi tersebut.

Cak Imin mengatakan bahwa ia tidak sempat untuk menyambangi Prabowo. Namun, ia mengaku berkomunikasi dengan jajaran Partai Gerindra.

"Teman-teman (Gerindra) berjanji akan menyampaikan itu, laporan saya dan perkembangan mutakhir ke Pak Prabowo," ujar Cak Imin dikutip, Selasa (5/9/2023).

Selain Prabowo, Cak Imin juga mengatakan bahwa ia tidak sempat sowan ke PAN terkait rencananya untuk hengkang dari koalisi.

Kendati demikian, Cak Imin bertemu langsung dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Dalam pertemuan itu, Cak Imin mengatakan bahwa Koalisi Indonesia Maju bisa terus berjalan meski PKB hengkang.

"Saya ketemu sebentar gitu saya bilang 'Pak Airlangga, kayaknya Pak Prabowo dengan Gerindra dan Golkar serta PAN sudah cukup kayaknya, jadi kalau saya ndak ikut tetap bisa berlayar'," ucap Cak Imin.

Wakil Ketua DPR RI itu lalu menceritakan kebingungan Airlangga saat PKB memutuskan keluar dari koalisi. Cak Imin mengaku tidak menjelaskan detail perihal alasan PKB keluar.

Baca Juga: PREDIKSI Line Up Timnas Indonesia, Andai Shayne Pattynama, Dimas Drajad, Yakob Sayuri dan Yance Sayuri Tak Masuk Skuad

"'Loh loh loh', dia bilang, 'kok begitu ngomongnya' dia bilang begitu, saya hanya memberi sinyal-sinyal tapi saya belum berani ngomong karena kita bersepakat tidak boleh ada yang tahu," ujar Cak Imin.

Sebelumnya, PKB berada dalam satu koalisi bersama Gerindra, Golkar dan PAN. Keempat partai itu bersepakat mengusung Prabowo sebagai bakal capres dalam Pemilu 2024.

Koalisi itu bernama Koalisi Indonesia Maju. Namun belakangan PKB berpindah haluan dan memutuskan untuk bekerja sama dengan Partai NasDem mendukung Anies Baswedan sebagai bakal capres.

Baru-baru ini, Anies dan Cak Imin sudah dideklarasikan sebagai pasangan bakal capres dan bakal calon wakil presiden. Deklarasi itu digelar di Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu (2/9/2023).

Load More