Kemenangan Timnas Indonesia atas Turkmenistan dengan skor 2-0 di babak kualifikasi Piala Asia U23 yang berlangsung di Stadion Manahan, Kota Solo pada Selasa (12/9/2023) malam, sekali lagi menjadi bukti keberhasilan Shin Tae-yong dalam mencetak generasi baru tim Garuda untuk berbicara lebih banyak di level Asia bahkan di atasnya.
Lihat saja ketenangan pemain belakang Indonesia saat ini, yang diisi nama-nama punggawa muda, dalam mengolah si kulit bundar menjadi permainan apik.
Aksi-aksi ciamik yang dipertontonkan itu tentunya menjadi pembuktian bahwa Indonesia pantas menjadi kekuatan baru sepakbola Asia. Tentunya hal itu tidak bisa dilepaskan begitu saja dari sang juru taktik asal Negeri Gingseng, Shin Tae-yong.
Nama Shin Tae-yong dalam perjalanan sepakbola Indonesia menjadi salah satu jaminan pelatih yang memiliki etos dan karakter yang kuat. Mantan Pelatih Tim Nasional Korea Selatan (Korsel) itu kini membuktikan kemampuannya mengasah pemain Indonesia menjadi jawara di Asia Tenggara.
Meski taringnya menakhodai Timnas Indonesia belum terlalu terasah di tingkat Asia, namun Shin Tae-yong sudah memberikan prospek menjanjikan masa depan yang cerah untuk sepakbola Indonesia.
Perjalanan Shin Tae-yong sendiri dimulai pada akhir 2019 silam. Kala itu, Shin Tae-yong menggantikan Pelatih Simon Mcmenemy. Tugas berat Shin Tae-yong sendiri dimulai dari nol dalam membangun Timnas Indonesia.
Menjadi pelatih berstatus kelas dunia, Shin Tae-yong diberi sejumlah target oleh federasi sepakbola Indonesia, PSSI yang kala itu masih di bawah kepemimpinan Muhammad Iriawan.
Langkah berat Shin Tae-yong langsung dibebani dengan target juara Piala AFF di tahun pertamanya menjabat sebagai pelatih.
Namun apa daya, Timnas Indonesia tak mampu berbuat banyak. Tercatat selama tiga kali Piala AFF, Shin Tae-yong tidak pernah sekalipun membawa pulang tropi yang katanya bergengsi di kawasan.
Baca Juga: Shin Tae-yong Ikutan Ngomong Bahasa Jawa, Malah Nyuruh Orang Pulang
Alhasil nyinyiran hingga sindiran untuk Coach Shin berdatangan dari penjuru negeri. Bahkan, Shin Tae-yong harus berjibaku untuk membuka mindset pecinta sepakbola Indonesia yang selama ini hanya menghargai hasil ketimbang proses.
Parahnya hal itu disampaikan oleh Exco PSSI pada tahun 2020 silam. Adalah Haruna Soemitro yang menyoroti pencapaian Timnas Indonesia sebagai runner-up Piala AFF 2020. Ia menilai, pencapaian Shin Tae-yong saat itu bukan sebuah prestasi.
"Tidak penting itu sebuah proses, yang paling penting adalah hasil. Apa pun latihannya kalau tidak juara, ya belum dikatakan juara," kata Haruna Soemitro dalam sebuah podcast.
Selain kritik tidak membangun dari Exco PSSI di zaman sebelum kepemimpinan Erick Thohir, Shin Tae-yong juga diam-diam dibenci sejumlah pelatih klub-klub Liga Indonesia.
Adalah Pelatih Futsal Junika Rahmat Ramadhan alias Doni Zola yang membeberkannya dalam sebuah podcast. Ia mengungkapkan, ada sebuah grup WhatsApp (WA) yang anggotanya berisikan pelatih-pelatih lokal anti dengan Shin Tae-yong.
Pernyataan Doni Zola tersebut seolah mengafirmasi dugaan selama ini, lantaran dalam beberapa kesempatan nama Shin Tae-yong kerap ramai ketika membahas local pride.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Kronologi OTT Kadishub Siak, Polisi Sita Uang Rp15 Juta dan Motor RX King
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Memilih Pembalut yang Lebih Ramah Lingkungan, Ini yang Perlu Diketahui Perempuan
-
Dominasi Jawa Barat, Persib Bandung dan Goal Aksis Cimahi Juara HLS All-Stars 2026
-
Di Balik Sorot Lampu Stadion: Jayden Adams dan Bukti Bahwa Pesepak Bola Juga Manusia Biasa
-
Drama Inggris vs Norwegia: Gol Jude Bellingham Diprotes, FIFA Buka Suara!
-
Gilas Putri Garut Lima Gol, Akademi Persib Bandung Juara HSL All-Stars
-
Nggak Perlu Lagi Maraton Film Berjam-jam, Inilah Tren Drama Pendek yang Bikin Nagih
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah