Parahnya, Shin Tae-yong disindir soal keputusannya menaturalisasi beberapa pemain yang bertujuan untuk meningkatkan level permainan Timnas Indonesia. Namun, keberadaan kabar itu direspon Asisten pelatih Timnas Indonesia, Nova Arianto.
Dengan bijak legenda Persib Bandung itu menilai keberadaan grup WA tersebut menjadi hal yang wajar.
"Seandainya benar-benar ada, kami rasa wajar karena ada yang pro dan kontra. Tapi harus digarisbawahi kami semua punya tujuan yang sama melihat Timnas berprestasi."
Merespons adanya kritikan dari kelompok pelatih anti Shin Tae-yong ternyata membuat panas Pundit sepakbola Indonesia Justinus Laksana alias Coach Justin.
Ia menegaskan bahwa proses yang dilakukan Shin Tae-yong dengan memotong beberapa generasi pemain sepakbola Indonesia menunjukan hasil.
Bukan hanya sekedar tropi Piala AFF yang selama ini menjadi patokan. Menurut Coach Justin, sejatinya sepakbola Indonesia berada di level Asia, bukan lagi ASEAN.
Bahkan keberhasilan Shin Tae-yong membawa Timnas Indonesia senior lolos Piala Asia dan menunjukkan performa terbaiknya di sana, lebih berharga ketimbang juara sepuluh kali Piala AFF.
"Fans kardus teriak AFF, AFF. Singapura empat kali menang AFF, enggak pernah maju ke Piala Asia. Makanya gue bilang, kita kalau lolos grup, untuk gue value-nya lebih berharga daripada 10 Piala AFF," katanya saat podcast di YouTube maenmaen.
Perkataan Coach Justin seolah menampar pelatih-pelatih yang tidak mau belajar bahwa proses berasal dari dasar. Sekaligus menguatkan bahwa persepakbolaan Indonesia harus terus mendapatkan dukungan dari lingkungannya.
Baca Juga: Shin Tae-yong Ikutan Ngomong Bahasa Jawa, Malah Nyuruh Orang Pulang
Sejatinya, Shin Tae-yong tidak berjalan sendirian. Dukungan kuat suporter Timnas Garuda menjadi salah satu hal lain di luar elite sepakbola Indonesia.
Langkah Shin Tae-yong sendiri pun mendapat sokongan kuat dari para pendukung Timnas Indonesia yang percaya bahwa proses akan berbicara.
Kepercayaan itu pula yang akhirnya dibuktikan pada hari ini, saat Shin Tae-yong mengukuhkan dirinya sebagai Pelatih Timnas Garuda pertama yang berhasil membawa tiga tim Indonesia berbicara di tingkat Asia, mulai dari Timnas U-20, Timnas U-23 dan Timnas senior Indonesia yang akan berlaga di putaran final Piala Asia tahun depan.
Sebagai catatan, sejak pelatih berusia 53 tahun ini mulai mengasuh Timnas Indonesia pada 1 Januari 2020 ada Tim Garuda dalam 38 pertandingan di seluruh ajang yang dimainkan.
Dari jumlah tersebut, STY berhasil membawa Timnas Indonesia meraih 20 kemenangan, sembilan hasil imbang, dan menelan sembilan kekalahan.
Bahkan dalam lima laga terakhir, Tim merah putih memetik empat kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya sekali kalah melawan juara dunia Argentina dengan skor 2-0.
Tentunya akan menarik untuk diamati bersama, geliat pelatih yang pernah membawa Korsel menaklukan Tim Panser dan berhasil mencetak pemain Korsel kelas dunia ini membawa Timnas Indonesia untuk naik kelas ke level dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Tragedi Maut Pantura Indramayu: Kecelakaan Beruntun di Lohbener, 10 Orang Meninggal Dunia
-
Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara
-
Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Kronologi OTT Kadishub Siak, Polisi Sita Uang Rp15 Juta dan Motor RX King
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Memilih Pembalut yang Lebih Ramah Lingkungan, Ini yang Perlu Diketahui Perempuan
-
Dominasi Jawa Barat, Persib Bandung dan Goal Aksis Cimahi Juara HLS All-Stars 2026
-
Di Balik Sorot Lampu Stadion: Jayden Adams dan Bukti Bahwa Pesepak Bola Juga Manusia Biasa
-
Drama Inggris vs Norwegia: Gol Jude Bellingham Diprotes, FIFA Buka Suara!