Timnas Malaysia U-23 akhirnya resmi lolos ke Piala Asia U-23 2024. Pasukan Harimau Malaya dipastikan lolos putaran final menyusul Indonesia.
Kelolosan Malaysia itu diumumkan AFC secara resmi pada Rabu (13/9/2023) sore. Bersamaan dengan itu pula, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mengumumkan timnya lolos ke Piala Asia U-23 2024 melalui sosmed mereka.
Keputusan ini menjadi kesimpulan, AFC tidak menerima protes Iran yang merasa terdapat kejanggalan di partai terakhir mereka lawan Uzbekistan.
Sebelumnya, sebagaimana disitat dari The ASEAN Ball, ternyata Malaysia belum sah lolos ke Piala Asia U-23 2024 karena masih menunggu keputusan AFC.
Hal ini disebabkan Iran (peringkat 5 runner-up terbaik) melayangkan protes ke AFC karena kejadian kontroversial saat laga lawan Uzbekistan di grup E.
Wasit disebut melakukan kesalahan fatal karena bek Uzbekistan Abdukodir Khusanov mendapat dua kartu kuning yakni tepatnya pada menit ke-40 dan 90'. Akan tetapi wasit tidak mengeluarkan kartu merah kepada pemain tersebut.
Alhasil sang pemain justru tetap melanjutkan permainan hingga selesai. Pada akhirnya, Iran kalah 0-1 dari Uzbekistan yang memastikan diri sebagai juara grup E dan lolos ke Piala Asia U-23 2024.
Atas kesalahan wasit tersebut, Iran mengajukan protes dan meminta AFC membatalkan hasil pertandingan.
Media berbasis di Iran, Varzesh Se menilai wasit yang memimpin juga banyak merugikan Iran karena kartu kuning yang diterima para pemain.
Baca Juga: Aksi Dance Ayu Ting Ting dan Anak Nikita Mirzani Dibandingkan, Lolly Dinilai Lebih Sopan
Di babak kedua, 4 pemain Iran menerima kartu kuning yang sangat mempengaruhi poin kedisiplinan jika harus bersaing dengan Malaysia.
AFC tidak merilis secara pasti alasan keputusan tak menggubris protes dari Iran dan tetap memenangkan Malaysia untuk lolos.
Dalam rilisnya, AFC hanya merekap hasil pertandingan terakhir pada Selasa (12/9/2023).
"Bergabung dengan 11 pemuncak grup dan tuan rumah Qatar adalah 4 runner-up terbaik," tulis AFC.
"Mereka adalah Kuwait (grup F), Tajikistan (Grup I), China (Grup G), dan Malaysia (Grup H).
Malaysia sendiri menempati slot terakhir peserta yang lolos dengan poin 3 dan selisih gol (+3), sama dengan Iran.
Berita Terkait
-
Lagu Halo-halo Bandung Dibajak Malaysia, Plh Wali Kota Bandung Buka Suara
-
KMSK Deinze Puji Performa Apik Marselino Ferdinan di Timnas Indonesia U-23, Bakal Diberi Banyak Menit Bermain?
-
Keren! Stadion Manahan Solo Jadi Saksi Terciptanya 3 Rekor Usai Kualifikasi AFC U23
-
Malaysia Resmi Lolos ke Piala Asia U-23 2024 Meski Iran Protes, Netizen: Anak Emas AFC!
-
Tidak Puas, Fans Malaysia Ingin Timnasnya Bisa Meniru Timnas Indonesia
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Cceres Bongkar Provokasi Kylian Mbappe: Mau Cium Saya? Kalau Mau Ayo
-
Satu Platform, Satu Lifter: Aturan Gym yang Jadi Pemicu Kasus Viral Nyimas Laula
-
Gunakan Teknik Stripping, Pemuda Sukabumi Sukses Cetak 3.000 Anakan 'Ikan Dewa' yang Langka
-
Jembatan Ampera hingga Masjid Agung Palembang Resmi Jadi Cagar Budaya Nasional
-
Groundbreaking Irigasi di Luwu, Gubernur Sulsel: Mari Kawal Untuk Petani
-
ARTJOG 2026 Memanas! Kehadiran Didit Prabowo Batal Usai Diprotes Seniman
-
WNA India Jadi Korban Penipuan Modus Hipnotis di Bali
-
Jatim Deklarasikan Provinsi dengan Event Terbanyak, Sedot 30 Persen Wisatawan
-
Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!
-
Pemprov Papua Selatan: Lahan Cetak Sawah di Merauke 48 Ribu Hektare