/
Sabtu, 13 Agustus 2022 | 09:00 WIB
ketua-LPSK Hastoatmoj Suroyo-bongkar percobaan penyuapan terhadap dirinya. (Kontributor/Putu Ayu Palupi)

Suara Denpasar- Staf Ferdy Sambo diduga melakukan percobaan penyuapan terhadap Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

LPSK mengungkap soal peristiwa penyuapan yang terjadi pada pertengahan bulan Juli 2022 atau tidak lama setelah kasus pembunuhan Brigadir J mencuat ke publik.

Ada dua gepok amplop yang disodorkan oleh staf yang diduga adalah anak buah Ferdy Sambo saat masih menjabat sebagai Kadiv Propam kepada LPSK.

Hal ini pun diungkap oleh Ketua LPSK Hasto Atmojo Saroso.

Dia mengungkapkan bahwa Irjen Ferdy Sambo telah berupaya melakukan penyogokan ke lembaganya.

Ferdy Sambo menyogok LPSK demi meloloskan permohonan perlindungan yang diajukan istrinya, Putri Candrawathi.

"Itu bukan diduga, memang terjadi," kata Hasto sebagaimana dilansir Suara.com.

Berikut Kronologinya

Rabu (13/7/2022) di Kantor Propam Polri pada Rabu (13/7/2022), saat itu Ferdy Sambo masih menjabat Kadiv Propam Polri bertemu dengan LPSK. 

Baca Juga: Mabes Hentikan Penyidikan Dugaan Pelecehan yang Dilakukan Brigadir Joshua Terhadap Istri Ferdy Sambo

LPSK bertemu Ferdy Sambo untuk melakukan koordinasi kasus kematian Brigadir J yang terjadi pada Jumat (8/7/2022).

Pada saat itu seseorang yang merupakan anggota Ferdy Sambo menyodorkan uang di dalam dua amplop berukuran tebal ke salah satu staf LPSK.

"Waktu sudah selesai mau pulang, ada seseorang dari Pak Ferdy Sambo menyampaikan dua amplop besar yang diduga isinya adalah uang, tapi kita tidak tahu karena kita tidak membuka," ungkap Hasto.

Hasto memastikan bahwa dua amplop yang diduga berisi uang tersebut langsung ditolak. 

Dia juga mengaku tidak mengetahui secara jumlah uang tersebut karena langsung dikembalikan.

Terakhir akhirnya terbongkar jika Ferdy Sambo menjadi aktor utama pembunuhan terhadap Brigadir J.

Load More