“Dan dia (Ferdy Sambo) sangat menyesal bukan dia yang menembak. Saya dengerin,” ungkap Sugeng.
Lantas Sugeng bertanya, "bagaimana, Bos?" dan dijawab, “ya begitu.”
“Kejadiannya begitu. Bahwa istrinya (Putri) dilecehkan. Persis sama dengan yang disampaikan Karo Penmas (Polri). Saya bilang oke, info ini saya tampung,” bebernya.
Sugeng pun menjelaskan, bahwa dia paham betul soal kode etik, karena dia penyusun kode etik advokat.
“Di dalam kode etik itu mempengaruhi kena lho, ya. Mempengaruhi proses penegakan hukum di dalam kode etik DPR ada diatur. Ini kan proses hukum. Saya diyakinkan bisa menerima penjelasannya,” papar pria yang juga sempat menjadi kuasa hukum drummer Superman Is Dead (SID), Jerink dalam perkara UU ITE terkait IDI kacung WHO dan pengancaman pada Adam Deni ini.
Soal satu anggota DPR RI lagi, dia menyebutkan dia tidak memiliki intensi untuk memengaruhi. Sehingga tidak ada persoalan.
Sugeng menegaskan, informasi yang dingin disampaikan hanya sampai di sini. “Tapi kalau didalami, saya meminta tertutup tentang identitas dan hal-hal lain,” pungkas dia.
Sampai pertemuan MKD dengan Sugeng ini, tidak diteruskan lagi siapa anggota DPR RI yang dimaksud.
Siapakah Anggota DPR ini?
Sekadar diketahui, Sugeng Teguh Santoso sendiri pernah menjadi pengurus di Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI), sebuah organisasi HAM. Kemudian, dari penelusuran SuaraDenpasar, memang ada salah satu anggota DPR RI yang pernah menjadi pengurus PBHI.
Bahkan, anggota DPR RI yang pengurus PBHI ini asalnya sama dengan Ferdy Sambo. Yakni asal Sulawesi Selatan. Hanya berbeda kabupaten. Namun, ketika SMA, anggota DPR RI dan Ferdy Sambo sama-sama di Ujung Pandang (kini Makassar).
Saat rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi III DPR RI dengan Kapolri, juga ada anggota DPR RI asal Sulawesi Selatan bernama Sarifuddin Sudding yang menyampaikan kronologi dan motif, terutama peristiwa dugaan pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi yang diduga dilakukan Brigadir Joshua di Magelang.
Kronologi ini sempat ditanyakan Sarifuddin Sudding kepada Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo. Saat itu Kapolri membenarkan, tapi masih menunggu pemeriksaan Putri lagi untuk memastikan motif pembunuhan Brigadir Joshua. Kebetulan, Sarifuddin Sudding juga mantan pengurus PBHI. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Pastikan Garis Perjuangan Tak Menyimpang, YLBHI Diminta Transparan dan Akuntabel
-
Doraemon Rilis Episode Spesial Berlatar Vietnam, Tayang 23 Mei
-
Jejak Sejarah di Balik Layar: Mengintip Megahnya Bozda Film Platosu di Istanbul
-
Liburan Luar Negeri Bikin Untung dengan Promo Eksklusif dari BRI World Access
-
Kolaborasi Antarlembaga, Kunci untuk Menjawab Kebutuhan Peserta
-
Bikin Penasaran! Sinopsis Drakor Reborn Rookie yang Tampilkan Kisah Tukar Jiwa Tak Biasa
-
Janji Prabowo Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia Usai Temui Carmen H2H di Seoul
-
7 SD Swasta Favorit di Pontianak untuk PPDB 2026, Lengkap dengan Estimasi Biaya dan Keunggulannya
-
5 Sabun Mandi untuk Kulit Kering dan Bersisik bagi Pemilik Kulit Sensitif
-
Kevin Diks Marah ke Fans Bola Indonesia, Kenapa?