/
Kamis, 25 Agustus 2022 | 19:38 WIB
Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso saat hadir di MKD DPR RI, Kamis (25/8/2022). (Antara)

“Dan dia (Ferdy Sambo) sangat menyesal bukan dia yang menembak. Saya dengerin,” ungkap Sugeng.

Lantas Sugeng bertanya, "bagaimana, Bos?" dan dijawab, “ya begitu.”

“Kejadiannya begitu. Bahwa istrinya (Putri) dilecehkan. Persis sama dengan yang disampaikan Karo Penmas (Polri). Saya bilang oke, info ini saya tampung,” bebernya.

Sugeng pun menjelaskan, bahwa dia paham betul soal kode etik, karena dia penyusun kode etik advokat. 

“Di dalam kode etik itu mempengaruhi kena lho, ya. Mempengaruhi proses penegakan hukum di dalam kode etik DPR ada diatur. Ini kan proses hukum. Saya diyakinkan bisa menerima penjelasannya,” papar pria yang juga sempat menjadi kuasa hukum drummer Superman Is Dead (SID), Jerink dalam perkara UU ITE terkait IDI kacung WHO dan pengancaman pada Adam Deni ini.

Soal satu anggota DPR RI lagi, dia menyebutkan dia tidak memiliki intensi untuk memengaruhi. Sehingga tidak ada persoalan.

Sugeng menegaskan, informasi yang dingin disampaikan hanya sampai di sini. “Tapi kalau didalami, saya meminta tertutup tentang identitas dan hal-hal lain,” pungkas dia. 

Sampai pertemuan MKD dengan Sugeng ini, tidak diteruskan lagi siapa anggota DPR RI yang dimaksud.

Siapakah Anggota DPR ini?

Baca Juga: Profil Sarifuddin Sudding, Anggota DPR yang Beberkan Kronologi Putri Dibopong Brigadir Joshua, Ternyata

Sekadar diketahui, Sugeng Teguh Santoso sendiri pernah menjadi pengurus di Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI), sebuah organisasi HAM. Kemudian, dari penelusuran SuaraDenpasar, memang ada salah satu anggota DPR RI yang pernah menjadi pengurus PBHI. 

Bahkan, anggota DPR RI yang pengurus PBHI ini asalnya sama dengan Ferdy Sambo. Yakni asal Sulawesi Selatan. Hanya berbeda kabupaten. Namun, ketika SMA, anggota DPR RI dan Ferdy Sambo sama-sama di Ujung Pandang (kini Makassar).

Saat rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi III DPR RI dengan Kapolri, juga ada anggota DPR RI asal Sulawesi Selatan bernama Sarifuddin Sudding yang menyampaikan kronologi dan motif, terutama peristiwa dugaan pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi yang diduga dilakukan Brigadir Joshua di Magelang. 

Kronologi ini sempat ditanyakan Sarifuddin Sudding kepada Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo. Saat itu Kapolri membenarkan, tapi masih menunggu pemeriksaan Putri lagi untuk memastikan motif pembunuhan Brigadir Joshua. Kebetulan, Sarifuddin Sudding juga mantan pengurus PBHI. (*)

Load More