/
Kamis, 01 September 2022 | 09:18 WIB
Bharada E dan Ferdy Sambo dalam rekonstruksi pembunuhan Brigadir J. (dok)

Suara Denpasar - Bharada E diduga mengalami trauma untuk kembali mengingat peristiwa pembunuhan Brigadir J di rumah Ferdy Sambo.

Saat masuk ke rumah Ferdy Sambo untuk menjalani rekonstruksi, Bharada E merasa trauma.

Dia sempat terduduk usai melakukan reka ulang penembakan Brigadir J di rumah Ferdy Sambo.

Bukan hanya itu saja, tangannya juga bergetar setelah diminta memeragakan adegan penembakan kepada Brigadir J.

Kondisi ini diungkap oleh pengacara Bharada E Ronny Talapessy setelah kliennya melakukan reka ulang kejadian di rumah Ferdy Sambo.

Ronny Talapessy menjelaskan jika tangan kliennya yang bernama lengkap Richard Eliezer ini sempat bergetar ketika menjalani rekonstruksi.

Kondisi ini terjadi lantaran ini adalah momen pertama kali Bharada E masuk ke rumah dinas Ferdy Sambo yang menjadi tempat kejadian perkara atau TKP penembakan Brigadir J.

Melihat kondisi tersebut dirinya terus mendampingi Bharada E selama proses tersebut berlangsung.

"Saya mengikuti proses dari awal ketika masuk ke garasi, klien saya gemetar. Kemudian mengikuti rekonstruksi itu juga pun ada kelihatan ada trauma," kata Ronny di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (1/8/2022) dini hari.

Baca Juga: Istri Ferdy Sambo Janji Tidak Akan Kabur, Sudah Resmi Dicekal

Dari pengamatannya, kondisi tangan bergetar ini bahkan terulang lagi di sela proses rekonstruksi.

"Setelah melakukan reka penembakan itu, klien saya sempat duduk itu tangannya gemetar," ungkapnya. ***

Load More