/
Jum'at, 02 September 2022 | 14:38 WIB
Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea bersama Jack Ahearn (Suara Denpasar)

Suara Denpasar - Indonesia International Marathon dari segi penyelenggaraan memang terbilang sukses. Buktinya, even lari tingkat internasional pada Juni 2022 itu diramaikan pelari dari berbagai negara.

Tapi, sayangnya juara dalam event itu yang merupakan pelari profesional dari luar negeri belum mendapat hadiah seperti yang dijanjikan.

Molornya pemberian hadiah kepada tiga pelari yang menjadi pemenang tersebut membuat Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea berang. Sebab, hemat dia, kasus ini bukan sekadar lomba lari semata. Tapi, sudah memalukan nama bangsa apalagi di gelar di Bali yang beken di dunia internasional.

Tiga pelari yang mengadukan soal molornya hadiah ini adalah juara pertama untuk kategori pria Jack Ahearn, juara kedua kategori pria Mike Akerma, dan juara tiga untuk kategori wanita Henrieta Brouwer.

Ketiganya mengadukan nasib mereka kepada Hotman Paris dan hadir dalam program konsultasi hukum Hotman Paris 911 di Atlas Beach Fest, Canggu, Bali pada Jumat (3/9/2022). 

Tiga pelari itu kompak mengatakan setelah memenangkan lomba akan mendapat hadiah sesuai peringkat. Jack Warga Australia mendapat hadiah Rp 150 juta, Mike (Australia) Rpn100 juga.

Kemudian Warga Belanda Henrieta berhasil meraih peringkat ketiga kategori wanita dijanjikan hadiah Rp 100 juta

"Ini kan ada tiga yang juara, hampir dua bulan tidak dibayar. Tapi setelah datang ke Hotman Paris Jack dan Henrieta sudah dibayar. Tapi Mike belum," sebut Hotman Paris. 

Apabila KONI atau penyelenggara tetap tidak membayarkan hak Mike maka pendampingan dari Hotman Paris akan memposisikan KONI Pusat.

Baca Juga: Hotman Perdana di Atlas Beach Fest Bali, Demi Membela Masyarakat Kecil, Hotman Paris Rela Kehilangan Puluhan Miliar Rupiah

"Kalau benar belum dibayar maka bisa kena pasal 378 KUHP tentang penipuan. Kita tunggu beberapa hari ini, kalau tidak membayar bisa lapor tindak tindak pidana, saya siap mendampingi," ujar Hotman.

Ingat Hotman Paris, kejadian ini tentu mencoreng nama bangsa apalagi diselenggarakan di Bali yang menjadi fokus banyak warga asing.

"Sangat memalukan karena ini internasional marathon yang digelar di Bali yang merupakan daerah wisata internasional dan mendatangkan devisa. KONI bagian organ yg dibentuk, jadi bawa nama bangsa dan negara," tukas dia. ***

Load More