Suara Denpasar - Persebaya Surabaya menyerah di kandang saat menjamu Bali United pada pekan 8 BRI Liga 1, Jumat (2/9/2022). Mereka kesulitan mencetak gol dan kalah 0-1.
Bali United sukses mencuri tiga angka berkat gol semata wayang Privat Mbarga. Dalam laga itu, Persebaya kesulitan menembus kokohnya lini pertahanan Serdadu Tridatu.
Namun pada babak kedua dalam kondisi unggul, sejumlah pemain Bali United dituding banyak mengulur waktu.
Menanggapi hal tersebut pelatih Persebaya Aji Santoso mengatakan tidak bisa berbuat apa pun. Kemungkinan hal tersebut merupakan bagian taktik dan strategi lawan.
"Iya itu mungkin sudah bagian taktik dan strategi mereka, bisa aja kan. Jadi ya kita tak bisa berbuat apa. Paling tidak kita bisa menyampaikan wasit, karena itu mungkin salah satu senjata mereka karena sudah leading," katanya usai laga.
Dia mengatakan dia tidak mengetahui apakah para pemain Bali United sengaja mengulur waktu dengan terjatuh.
"Pertandingan ini banyak diberhentikan saya tidak tahu mereka capek, pura-pura sakit, atau sakit beneran. Ini biasanya salah satu taktik dan strategi karena sudah leading," kata dia.
Terkait hasil pertandingan, dia menyesal karena harus kalah saat bermain di kandang. Namun, dia menyebut anak asuhnya sudah bermain maksimal.
"Sangat disayangkan ya di kandang kami kehilangan poin, tapi laga tadi anak-anak tampil cukup bagus dan di babak kedua sudah menggempur habis-habisan tapi ga ada gol yang tercipta," kata dia.
Baca Juga: Sosok Kompol Chuck Putranto, Karier Mulai Menanjak dan Berujung Dipecat-Terancam Penjara
Dia mengatakan tidak ada masalah dengan cara bermain anak asuhnya. Hanya saja saat laga tersebut lini pertahanan Bali United bermain sangat baik.
"Cara bermain tak ada masalah, saya akui pertahanan Bali United kuat dan mereka pemainnya banyak yang malang melintang di dunia sepakbola nasional," kata Aji.
Kekalahan itu membuat Persebaya tertahan di posisi 8 klasemen sementara BRI Liga 1 dengan 10 poin. Sementara Bali United di posisi ketiga dengan 18 poin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Ricuh di Musi Rawas! Kantor Lurah Pasar Muara Beliti Diserbu Warga, Ini Pemicunya
-
Comeback dari Cedera Panjang, Ini Komentar Bek PSIM Yogyakarta Asal Belanda
-
Pemuda 18 Tahun Perkosa Penyandang Disabilitas di Lamongan, Kenalan Lewat Instagram
-
Menjual Keranda di Malam Ganjil
-
Pohon Tumbang Tutup Jalan Malang-Kediri, BPBD Gerak Cepat
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating
-
Deretan Plot Twist Jelang Ending Drakor No Tail To Tell
-
Virgoun dan Lindi Fitriyana Pacaran Setahun Sebelum Menikah Hari Ini
-
Malaysia Dibantai Thailand 0-8, Indonesia Lolos ke Semifinal Piala AFF Futsal Wanita 2026
-
98 PHL Dishub Palembang Tiba-Tiba Dirumahkan Jelang Ramadhan, Apa Penyebabnya?