SUARA DENPASAR – AKP Irfan Widyanto terlihat muncul dalam sidang etik Polri dengan terduga pelanggar Kompol Bauquni Wibowo. Dia adalah lulusan terbaik Akpol 2010 Angkatan 42/Dharma Kstaria. Dia kini terancam dipecat dari Korps Bhayangkara dan terancam dipenjara dalam kasus dugaan pidana obstruction of justice atau menghalangi penyidikan.
AKP Irfan Widyanto terlihat bertubuh tegap. Cukup tinggi. Dia tampil mengenakan seragam cokelat Korps Bhayangkara. Lengkap dengan lambang pangkat di pundaknya. Tiga balok. Itu menandakan dia berpangkat ajun komisaris polisi disingkat AKP. Seorang perwira pertama.
Kehadiran AKP Irfan Widyanto dalam sidang kode etik Jumat (2/9/2022) dibenarkan Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Kombes Nurul Azizah. Dilihat dari Youtube Polri TV, Kombes Nurul Azizah menyebutkan ada empat saksi dalam sidang dengan terduga pelanggar Kompol Baiquni Wibowo.
“Pada siang ini dihadirkan empat saksi. Di antaranya yaitu AKPB AR, Kompol CP, AKP IW, dan Ipda AY,” kata Kombes Nurul Azizah kepada pembawa acara.
Sekadar diketahui, AKBP AR adalah Arif Rachman Arifin, Kompol CP (Chuck Putranto), AKP IW (Irfan Widyanto), dan Ipda AY.
Dari pantauan SuaraDenpasar, AKP Irfan Widyanto duduk di barisan belakang. Persis di belakang AKBP Arif Rachman Arifin. Sedangkan Kompol Chuck Putranto sejajar dengan AKBP Arif Rachman Arifin di barisan depan. Di belakang Kompol Chuck adalah Ipda AY.
Dalam sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) yang dipimpin Kombespol Rachmat Pamuji SH, terlihat AKP Irfan Widyanto berkacamata. Dia tampak berbicara atau memberikan keterangan sebagai saksi kepada pimpinan sidang KKEP yang menanyainya.
AKBP Arif Rachman Arifin yang berada di depannya terlihat menunduk. Sedangkan Kompol Baiquni Wibowo yang duduk di kursi terduga pelanggar, membelakangi kamera, tampak memegang kening menggunakan kedua tangannya.
Dalam sidang ini, Kompol Baiquni diberi sanksi pecat atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Namun dia mengajukan banding. Sama seperti Kompol Chuck Putranto dan Irjen Pol Ferdy Sambo yang sudah divonis lebih dulu.
Baca Juga: Cerita Si Ibu Bagikan Pengalaman Anaknya Mengigau Sebut Nama Jokowi dan Dosa 105 Tahun
Sosok AKP Irfan Widyanto memang banyak dicari orang. Apalagi dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi III DPR RI dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sempat disebut adanya penerima Adhi Makayasa 2010 atau lulusan terbaik Akpol 2010 yang ikut diduga menjadi pelaku obstruction of justice dalam pembunuhan Brigadir Joshua di Duren Tiga, 8 Juli 2022.
Belakangan, namanya masuk sebagai tersangka ke-7 obstruction of justice. Menyusul enam tersangka sebelumnya.
"Info terakhir dari penyidik, malam ini tersangka obstruction of justice bertambah menjadi 7 orang,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, Kamis malam (1/9/2022).
Enam tersangka sebelumnya adalah Irjen Pol Ferdy Sambo (Kadiv Propam Polri), Brigjen Pol Hendra Kurniawan (Karopaminal Divisi Propam Polri), Kombes Pol Agus Nurpatria (Kaden A Biropaminal Divisi Propam Polri), AKBP Arif Rachman Arifin (Wakadaen B Biropaminal Divisi Propam Polri), Kompol Baiquni Wibowo (PS Kasubbagriksa Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri, dan Kompol Chuck Putranto (Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri).
Sosok AKP Irfan Widyanto
AKP Irfan Widyanto sudah menjadi polisi 12 tahun. Dia lulusa Akpol 2010, dan menyandang Adhi Makayasa atau lulusan terbaik. Maka dia mendapat medali Adhi Makayasa dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Komet Langka Muncul Setelah 170 Ribu Tahun, Begini Cara Melihatnya dari Indonesia
-
Detik-Detik Terakhir Yai Mim sebelum Meninggal di Polrestabes Malang: Pamit Tidur, Lalu Berpulang
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026
-
Sinopsis The King's Warden, Film Terlaris ke-2 di Box Office Korea
-
Industri Kendaraan Komersial Masih Hadapi Tantangan Meski GIICOMVEC 2026 Diklaim Sukses Besar
-
Gagal Samai Rekor Clean Sheet Yoo Jae Hoon di Pekan 27, Teja Paku Alam Santai
-
5 HP Infinix 5G Paling Worth It di Tahun 2026, Cocok untuk Gaming dan Streaming
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
3 Cara Cari Promo Indomaret Terbaru agar Belanja Bulanan Makin Hemat