SUARA DENPASAR – Pepatah bijak mengatakan, di balik kesuksesan seseorang, ada peran atau jasa orang lain. Bisa keluarga, atasan, bawahan atau teman. Tak terkecuali pada meroketnya karier Irjen Pol Ferdy Sambo, tersangka pembunuhan Brigadir Joshua, di kepolisian. Ada banyak jenderal top yang membuat karier mantan Kadiv Propam Polri itu melesat ke atas bak roket. Dari 6 jenderal top di belakangnya, 5 menjadi Kapolri, dan 1 hampir jadi Kapolri.
Ferdy Sambo mengawali karier kepolisian melalui jalur Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Dia bukan lulusan terbaik dari angkatannya. Yang terbaik dan menyandang Adhi Makayasa adalah Alberd Sianipar. Saat ini masih Brigjen.
Disarikan dari berbagai sumber, Ferdy Sambo memang bukan satu-satunya tamatan Akpol 1994 yang sudah meraih bintang dua. Selain Ferdy Sambo, ada lima nama lagi. Yakni Irjen Adi Deriyan Jayamarta (Analis Kebijakan Utama Bidang Pidkor Bareskrim Polri), Irjen Suwondo Nainggolan (Kakorbinmas Baharkam Polri).
Berikutnya adalah Irjen Roycke Harry Langie (Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri tahun 2021), Irjen Dwiyono (Deputi Bidang Intelijen Siber BIN), dan Irjen Slamet Uliandi menjabat Kadiv TIK Polri.
Namun, dari segi umur, dia adalah jenderal bintang dua termuda dibanding yang lain. Kariernya pun mengalahkan banyak teman seangkatannya. Bahkan, ada teman seangkatannya yang masih Kombes.
Dari penelusuran SuaraDenpasar, di balik meroketnya karier Ferdy Sambo memang beririsan dengan karier sejumlah atasannya, yang di kemudian hari menjadi jenderal top di kepolisian, yakni menjadi Kapolri.
Jenderal Badrodin Haiti
Sejak lulus Akpol pada 1994, karier Ferdy Sambo sampai 9 tahun awal menjadi polisi dihabiskan di seputar Polsek dan Polres Metro Jakarta Timur.
Ferdy Sambo mengawali kariernya di Polres Metro Jakarta Timur dari 1995-1997. Dia menjadi Pamapta Polres Metro Jakarta Timur (1995-1996), kemudian lanjut sebagai Kanit Buser atau Katim Tekab (Team Khusus Antibandit) Polres Metro Jaktim (1996-1997).
Baca Juga: Sosok Ayah-Ibu Kompol Chuck Putranto: Brigjen Tri Utoyo asal Jember, Connie Madika asal Toraja
Dalam waktu bersamaan, Badrodin Haiti menjadi Wakapolres Metro Jakarta Timur pada 1995. Kelak, kita tahu bahwa Badrodin Haiti diangkat sebagai Kapolri oleh Presiden SBY pada 2015-2016. Saat Badrodin Haiti jadi Kapolri, Ferdy Sambo pun meniadi Wadirreskrimum Polda Metro Jaya (2015-2016)
Jenderal Timur Pradopo
Kembali mundur ke tahun 2003, Ferdy Sambo sempat bertugas sebagai Kasat Reskrim Polres Bogor selama setahun. Kemudian pada 2004, Ferdy Sambo bertugas di Ditreskrim Polda Jabar selama setahun, dan ke Reskrim Polwil Bogor selama dua tahun sampai 2007.
Karier Ferdy Sambo mulai menyundul pada 2007 dengan menjadi Wakapolres Sumedang selama setahun sampai 2008. Sepanjang dia berkarier sebagai Wakapolres Sumedang, kariernya beririsan dengan Kapolda Jabar waktu itu, Soenarko Danu Ardanto (1 November 2006-15 Januari 2008), Susno Duadji (12 Januari 2008-24 Okober 2008), dan Timur Pradopo (24 Oktober 2008-6 Juni 2010).
Sejak 2008, dia akhirnya kembali ke wilayah hukum Polda Metro Jaya. Tempat dia mengawali karier sebagai polisi. Setelah setahun menjadi Kasiaga Ops Biro Ops Polda Metro Jaya, pada tahun 2009 sampai 2010 pria kelahiran Barru, Sulawesi Selatan pada 9 Februari 1973, itu diangkat menjadi Kasat V Ranmor Dit Reskrimum Polda Metro Jaya.
Kebetulan sekali, pada 2010, Kapolda Metro Jaya dijabat Timur Pradopo yang baru pindah dari Polda Jawa Barat. Dia bertemu Timur Pradopo untuk kedua kalinya dalam satu kesatuan Polda. Pada 22 Oktober 2010, Timur Pradopo bernasib baik. Diangkat menjadi Kapolri oleh Presiden SBY sampai 25 Oktober 2013.
Tag
Berita Terkait
-
3 Kapolda Diduga Terseret dengan Kasus Ferdy Sambo, Siapa Saja Mereka?
-
Sosok Kombes Agus Nurpatria dkk Bukan Hanya Terancam Pecat, Juga Dijerat Pidana UU ITE Karena Ferdy Sambo
-
Sosok Kompol Chuck Putranto, Karier Mulai Menanjak dan Berujung Dipecat-Terancam Penjara
-
Sosok Brigjen Hendra Kurniawan, Tersangka Kasus Sambo yang Pernah Jadi Korban Hoax sebagai Anak Presiden China
-
Sosok Kompol Baiquni Wibowo, Jadi Anak Buah sejak Ferdy Sambo Masih Kombes, Kini Dipecat
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Dikurung sebab Berbahaya, Dicintai sebab Berbeda: Juliette dalam Shatter Me
-
Melebihi Target, 4.000 Orang Registrasi Festival Yacht Gratis di Benoa
-
Baru Debut Langsung Nyekor, Aksi Striker Timnas Garuda Bikin Juara Belanda Gigit Jari
-
Wamenpar Ni Luh Puspa Sebut Perilaku Wisatawan Berubah, Incar Taman Rekreasi hingga Atraksi Wisata
-
7 Kebiasaan yang Bikin AC Boros Listrik, Sering Menyalakan dan Mematikan Salah Satunya
-
Ulasan Seasons of Blossom: Mengurai Luka, Duka, dan Tekanan Masa Remaja
-
Dari Balap Karung ke Mobile Legends, Transformasi Tradisi di Tangan Gen Z
-
Gubernur Khofifah: Jatim Jaga Daya Beli, Masyarakat Pasuruan Serbu Pasar Murah & Bendera Merah Putih
-
Tabrakan Kereta Barang vs Kereta Penumpang 19 Orang Jadi Korban di Kroasia
-
Moga Bunda Disayang Allah: Kisah Haru tentang Kasih Sayang dan Perjuangan