Suara Denpasar – Terduga teroris Firdaus Isnanto yang ditangkap di Lumajang, Jawa Timur, diketahui pernah tinggal di Jalan Satelit Nomor 40, Denpasar. Bahkan, Firdaus merupakan alumni perguruan tinggi negeri di Bali.
Siti Juariah, ibu kandung terduga teroris Firdaus ketika ditemui di rumahnya, di Jalan Satelit Denpasar menjelaskan anaknya lulusan dari Jurusan Teknik Sipil di sebuah perguruan tinggi negeri di Bali. Setelah tamat kuliah, Firdaus bekerja di perusahaan alat berat.
Firdaus sempat mengerjakan proyek di Bima, Nusa Tenggara Barat. Di sana, Firdaus mengerjakan proyek irigasi, air minum, dan embung.
Setelah dari Bima, Firdaus sempat kembali ke Bali selama seminggu. Itu enam bulan lalu. Setelah itu Firdaus berangkat ke Lumajang, Jawa Timur. Anak keduanya itu, aku Siti, mendapat kepercayaan menggarap proyek 2.000 unit rumah.
"Pas berangkat ke Lumajang, dia bawa dengan istri dan anaknya," jelasnya.
Siti mengatakan, Firdaus dan keluarganya sebetulnya sudah memberi kabar akan datang ke Bali pekan depan. Akan tetapi, dia malah mendapat kabar Firdaus saat mengendarai sepeda motor bersama istri dan dua anaknya di Lumajang, Jawa Timur.
"Sampai saat ini saya tidak tahu di mana keberadaan anak saya itu. Sementara istri dan anaknya masih di Lumajang. Suami saya (Basuki, red) sedang dalam perjalanan ke Lumajang untuk menjemput mantu dan cucu," kata Siti.
Dia pun mengaku tak menyangka anak keduanya itu diduga terlibat dalam terorisme. Siti mengaku dari kecil hingga menikah, Firdaus tak pernah terlihat ikut aliran keagamaan garis keras.
Siti Juariah pun mengaku kaget ketika mendapat kabar dari menantunya, DYA, soal penangkapan Firdaus.
Baca Juga: Pura-pura Beli Rokok di Warung, Residivis Maling Perhiasan di Banjarasem Buleleng Dibekuk
Juga kaget ketika ada sepuluhan personel polisi mendatangi kamar kos Firdaus, pada Rabu 7 September 2022. Dalam penggeledahan itu, polisi menyita anak panah, golok, dan buku jihad.
Soal barang bukti yang disita itu, Siti mengatakan bahwa anak panah itu memang dipakai Firdaus karena memang ahli memanah.
"Anak saya itu ahli panahan. Pernah ikut latihan pemanah,” terang dia.
Soal golok, dia mengatakan itu dipakai untuk menyembelih hewan kurban. Setiap hari raya Idul Adha, anaknya ikut menjadi petugas pemotong hewan kurban.
“Sekarang nasibnya seperti ini. Ya, mungkin jalan hidupnya begitu. Saya kembalikan kepada Allah," pungkas Siti dilansir dari beritabali.com, jaringan Suara.com (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Polisi Bongkar Penyelundupan Ganja 15,5 Kg dari Jakarta Hingga Pamulang
-
Cukup Ganti Lantai, Rumah Langsung Terlihat Baru Jelang Ramadan dan Idulfitri
-
Kasus Pengoplosan Elpiji 3 Kilogram di Bangka, Bagaimana Pengawasan Distribusinya?
-
Meriah! Warga Cipadung Sukaresmi Gelar Turnamen Bulutangkis Gendongan Unik
-
CEK FAKTA: Purbaya Laporkan Puan Terkait Korupsi Uang Ratusan Triliun, Benarkah?
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Jembatan PonorogoTrenggalek Putus, Warga Terpaksa Menyeberang dengan Gantung Darurat
-
Tarif Pokok PKB Jateng 2026 Tetap Sama, Budayawan Budianto Hadinegoro: Isu Hoax!
-
CEK FAKTA: Megawati Jadi Tersangka Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Benarkah?