/
Sabtu, 10 September 2022 | 13:59 WIB
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD TNI Jenderal Dudung Abdurachman. (Instagram @jenderaltniandikaperkasa/ Kadispenad)

Suara Denpasar – Hubungan antara Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI Jenderal Dudung Abdurachman dikabarkan tidak akur atau tidak harmonis. Hal itu diungkap Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon Senin (5/9/2022). Di tengah isu tersebut, pemerintah tengah mempersiapkan jenderal pengganti Muhammad Andika Perkasa sebagai Panglima TNI.

Dalam rapat kerja Komisi I DPR dengan Panglima TNI, Senin (5/9/2022) Efffendi Simbolon menilai ada disharmonis atau hubungan yang tidak harmonis antara Jenderal Andika Perkasa dan Jenderal Dudung.

Dugaan Effendi Simbolon ini karena dua jenderal itu jarang bersama dalam satu agenda yang sama. Salah satunya saat Komisi I DPR menggelar rapat kerja dengan Panglima TNI pada Senin (5/9/2022), Jenderal Dudung tidak hadir.

Bahkan, Effendi menyebut sudah menadi rahasia umum ketika dalam satu acara ada Panglima TNI, maka KSAD tidak ada atau tidak hadir. Salah satu yang diduga menjadi isu hubungan disharmonis Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dengan KSAD Dudung Abdurachman adalah terkait anak Dudung yang tidak lolos Akademi Militer (Akmil) karena belum cukup umur dan tinggi badan tak kurang.

Terkait dengan isu ini, Jenderal Andika Perkasa langsung menanggapi bahwa sebetulnya anak Dudung Abdurachman lulus Akmil. Dan dia membantah hubungan tidak harmonis dengan Jenderal Dudung.

"Ya dari saya tidak ada. Karena semua yang berlaku sesuai dengan peraturan perundang-undangan, tetap berlaku selama ini. Jadi tidak ada kemudian yang berbeda," ucap Andika kepada wartawan di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (5/9/2022).

Walau begitu, Andika mengaku tak mengetahui apakah KSAD TNI Jenderal Dudung juga memiliki hal yang sama atau tidak.

Di sisi lain, KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman menjawab soal isu hubungannya yang tidak harmonis dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Dudung membantah itu, dan mengatakan hubungan dia dengan Andika baik-baik saja.

"Saya dengan Panglima TNI sampai sekarang masih baik-baik saja," aku Dudung di Mabes AD, Jakarta Pusat, Rabu (7/9/2022).

Baca Juga: Saat AKBP Dalizon Berubah Pikiran untuk Bongkar, Mengaku Setor Rp500 Juta ke Pak Dir Polda

Dudung pun menjelaskan soal dia tidak bisa hadir dalam rapat kerja Komisi I DPR RI karena ada perintah dari Jenderal Andika untuk mengecek persiapan Batalyon Infanteri (Yonif) 143/TWEJ di Lampung. Katanya, ini adalah persiapan untuk Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Sektor Utara.

Dudung menjelaskan, pengecekan Yonif 143/TWEJ sempat tertunda beberapa kali, sehingga ia mengaku diperintah untuk memastikan kesiapan dari para prajurit TNI di sana.

"Kaya kemarin saya tidak hadir melaksanakan RDP itu salah satu perintah Panglima TNI untuk mengecek kesiapan Batalyon 143 yang akan berangkat ke daerah operasi," jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah mempersiapkan pengganti Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Sebab, Jenderal Andika Perkasa akan memasuki masa pensiun pada Desember 2022.

Menurut Menko Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD, proses pergantian Panglima TNI sudah ada mekanismenya.

"Sudah ada mekanismenya. Ditunggu saja," kata Mahfud kepada awka media, Jumat (9/9/2022).

Load More