/
Sabtu, 10 September 2022 | 13:59 WIB
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD TNI Jenderal Dudung Abdurachman. (Instagram @jenderaltniandikaperkasa/ Kadispenad)

Mengenai calon Panglima TNI pengganti Jenderal Andika Perkasa, Mahfud mengaku belum tahu siapa. Yang jelas, prosesnya nanti Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang menyiapkan dan mengajukan nama calon Panglima TNI ke DPR RI.

"Presiden itu yang akan ajukan ke DPR. Ditunggu aja," jelas Menteri asal Madura ini.

Sekadar diketahui, pengangkatan Panglima TNI diatur di UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Posisi panglima dapat dijabat secara bergantian oleh perwira tinggi tiap-tiap angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.

Dalam Pasal 13 Ayat 6 UU TNI, berbunyi: “Persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat terhadap calon Panglima yang dipilih oleh Presiden, disampaikan paling lambat 20 (dua puluh) hari tidak termasuk masa reses, terhitung sejak permohonan persetujuan calon Panglima diterima oleh Dewan Perwakilan Rakyat.”

Usia pensiun TNI adalah 58 untuk perwira, dan 53 untuk prajurit TNI berpangkat bintara dan tamtama.

Sekadar diketahui, Jenderal Andika Perkasa memiliki nama lengkap Muhammad Andika Perkasa. Nama lahirnya adalah Fransiskus Xaverius Emanuel Andika Perkasa. Namun saat ia menikah dengan anak dari Jenderal TNI AM Hendropriyono, Andika Perkasa menjadi muslim. Jenderal Andika Perkasa kelahiran 21 Desember 1964.

Dalam sejarah berdirinya republik ini sampai sebelum era Reformasi, Panglima TNI atau Panglima ABRI selalu dijabat angkatan darat (AD). Namun, sejak Reformasi, terjadi perubahan dalam penunjukan Panglima TNI.

Sejak Era Reformasi, Panglima TNI kadang digilir antara tiga matra atau angkatan, walau kadang tidak. Yakni Angkatan Laut (AL), Angkatan Darat (AD), dan Angkatan Udara (AU).

Pada Era Reformasi, khususnya saat sudah berganti menjadi TNI (setelah ABRI dipecah jadi TNI dan kepolisian), sudah ada 9 Panglima TNI. Dari jumlah itu, Panglima TNI berasal dari TNI AL dan TNI AU masing-masing dua kali, sedangkan lima kali dijabat dari TNI AD. (Suara.com/PMJNews)

Baca Juga: Saat AKBP Dalizon Berubah Pikiran untuk Bongkar, Mengaku Setor Rp500 Juta ke Pak Dir Polda

Load More