/
Sabtu, 10 September 2022 | 20:52 WIB
Aliansi Bali Jengah (suara.com / Putu Yonata Udawananda)

Suara Denpasar - Protes kenaikan harga BBM juga dilakukan di Bali. Aliansi Bali Jengah yang terdiri dari Elemen mahasiswa, LSM, dan masyarakat melakukan demo kenaikan BBM pada Sabtu (10/9/2022) sore.

Mereka menggelar aksi dengan long march dari Universitas Udayana Kampus Sudirman hingga perempatan Mal Robinson Denpasar. Selain itu, juga diselingi dengan aksi tetarikal.

Teatrikal yang dilakukan dengan cara mendorong motor. Dalam poster tuntutan tertulis "motore mogok, ulian sing ade pis anggon meli bensin."

Aksi itu sebagai wujud kritik terhadap kenaikan harga BBM.

“Kami melakukan aksi mendorong motor sebagai wujud kritikan kami terhadap kenaikan harga BBM yang menyebabkan inflasi dan naiknya harga bahan pokok yang merugikan masyarakat kecil,” kata Humas Aliansi Bali Jengah Anak Agung Gede Surya Sentana.

Sebanyak 100 orang turut dalam aksi yang dimulai sekitar pukul 15.00 WITA ini.

Aksi ini juga diisi dengan agenda mimbar bebas di depan Kampus Sudirman yang berlangsung selama 2 jam.

Koordinator Humas Aliansi Bali Jengah, Leonhard Wijayakusuma menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal agar tuntutan aksi ini tercapai.

“Napas pergerakan ini tidak akan berhenti secara pendek, kita akan kawal sampai tuntutan kita tercapai,” ujar Leonhard.

Baca Juga: Johnny G Plate Korban Doxing Bjorka? Kenali Apa Itu Doxing dan Cara Mencegahnya

Sementara itu, Kapolresta Denpasar Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas menyebutkan agar personelnya melakukan pengamanan dengan profesional.

“Negara tidak boleh kalah dengan aksi yang mengganggu kamtibmas, lakukan pengamanan secara profesional,” tegasnya. 

Aksi ini diamankan oleh 272 personel Kapolresta yang juga didukung oleh personel TNI, Satpol PP dan Pecalang yang berjumlah 30 orang. Aksi ini usai sekitar pukul 17.30 WITA dan lalu lintas kembali normal.(Suara Bali)

Load More