Suara Denpasar - Penyidik dari Polres Alor kini mendapatkan informasi baru soal jumlah korban pencabulan atau kekerasan seksual yang dilakukan oleh calon pendeta berinisial SAS.
Dari hasil penyidikan tersdbut jumlah korban kini bertambah menjadi 12 orang.
Jumlah tersebut bertambah setelah sehari sebelumnya ada enam korban lagi yang memberikan keterangan kepada penyidik.
Tambahan keterangan dari enam orang korban ini akan terus dilakukan pendalaman penyidikan untuk menyidik kasus ini.
Untuk para korban pencabulan ini umurnya masih ada yang di bawah umur, yakni 13 tahun.
Untuk korban lainnya umurnya di rentang 13 sampai dengan 19 tahun tinggal di kawasan di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Penyidik kini juga terus melakukan pemeriksaan terhadap SAS yang kini sudah ditetapkan menjadi tersangka dan dilakukan penahanan.
Pemeriksaan juga akan terus berlanjut untuk menuntaskan kasus ini.
Kasat Reskrim Polres Alor Iptu Yames Jems Mbau mengatakan jumlah korban saat ini menjadi 12 orang.
Baca Juga: Buron Pencabulan Anak Tiri Ditangkap di Bali, Terancam 15 Tahun Penjara
"Sampai dengan Sabtu (10/9) kemarin jumlah korban bertambah jadi 12 orang, setelah ada enam orang lagi yang memberikan keterangan kepada penyidik," kata Kasat Reskrim Polres Alor Iptu Yames Jems Mbau, Minggu (11/9)/2022) dari laman ANTARA.
Ketua Majelis Sinode GMIT Merry Kolimon sebelumnya mengatakan bahwa gereja telah mengenakan sanksi berupa penundaan pentabisan menjadi vikaris dalam jabatan pendeta kepada SAS.
Majelis Sinode GMIT juga telah mengirim tim psikolog serta pendamping untuk membantu korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh SAS.
Merry menegaskan gereja tidak akan menghalang-halangi proses hukum terhadap SAS.
Pihaknya juga berharap agar para korban mendapatkan perlindungan.
"Majelis Sinode GMIT berharap semua pihak agar turut melindungi para korban dari kekerasan berlapis," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Baldur's Gate 2 Remake Diprediksi dalam Pengembangan, Bangkitkan Nostalgia
-
Xiaomi 17T Series Resmi Dijual Mulai 6 Juni, Ini Spesifikasi dan Harganya
-
Terpopuler: CR-V Bekas Tahun ke Tahun, MPV Baru Suzuki Setara Voxy
-
Susahnya Masuk AS! Timnas Afsel Berangkat ke Piala Dunia 2026 Tanpa Asisten Pelatih
-
Taktik Penyadapan FBI Guncang Sejarah Kriminal AS, Fokus Utama Dokumenter Fear City di Netflix
-
Spesifikasi Honda CR-V dan Harga Bekas Tahun ke Tahun, Begini Plus Minusnya Menurut Pakar
-
Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat
-
Modus Beli Nasi Padang, Komplotan Maling Gondol Motor Pegawai Warung di Cilincing
-
Neraca Perdagangan RI Surplus 72 Bulan Beruntun di April 2026, Tapi Terendah dalam 5 Tahun
-
Laga Iran Dijaga Ekstra Ketat, Los Angeles Siapkan Pengamanan Khusus di Piala Dunia 2026