Suara Denpasar - Rumor santer beredar bahwa hasil temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) ada menyebutkan aliran dana dari rekening yang diduga terkait judi online ke oknum Jenderal bintang tiga.
Tapi, siapa oknum yang dimaksud masih ditutup rapat untuk konsumsi publik.
Hanya saja dalam pertemuan PPATK dengan DPR RI dinyatakan bahwa dana atau transaksi mencurigakan yang diduga terkait judi online mengalir ke banyak pihak. Dari oknum polri, mahasiswa, sampai ibu rumah tangga.
"Saya sudah komunikasikan dengan Dirtipidsiber maupun Pak Kaba soal mekanisme pelaporan PPATK," jawab Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis 15 September 2022 kepada wartawan.
Jadi, temuan dari PPATK itu akan ditindaklanjuti oleh Bareskrim Polri. Mengingat, aliran dana yang mencurigakan itu tidak hanya mengalir ke oknum Polri, tapi banyak pihak.
Data yang disampaikan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam Rapat Kerja (Raker) PPATK bersama Komisi III DPR, Selasa 13 September 2022.
Dalam pertemuan tersebut PPATK mengaku menerima laporan 121 juta laporan transaksi judi online atau transaksi yang mencurigakan.
Laporan transaksi yang terindikasi judi online atau transaksi mencurigakan itu juga dilaporkan pihak perbankan.
"PPATK sudah menerima laporan terkait transaksi judi online itu jumlahnya total Rp 155,46 triliun. Jadi memang besar sekali," demikian kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dihadapan anggota dewan terhormat.
Dari 121 juta transaksi mencurigakan tersebut, pihaknya sudah melakukan pembekuan terhadap 312 rekening dengan nilai Rp 836 miliar.
Baca Juga: Rem Blong, Truk Angkut Pasir Nyaris Nyemplung ke Jurang
Rekening-rekening itu dimiliki oleh beragam profesi masyarakat. Pembekuan rekening-rekening yang dianalisa dan terindikasi terkait judi online dilakukan pada 2022, tahun ini.
Selain itu, PPATK juga telah melakukan 139 analisis transaksi tersebut yang hasilnya langsung diberikan kepada aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian RI. ***
Tag
Berita Terkait
-
Bantu Kaisar Sambo, "Arsitek" Drama Polisi Tembak Polisi Tak Tersentuh: Fahmi Alamsyah, Mantan Penasihat Ahli Kapolri Bidang Komunikasi Publik
-
Susno Duadji Minta Usut Tuntas 139 Data Terkait Judi Online: Data PPATK Akurat, Itu Pasti Bandar Gede dan Oknum Kakap
-
Kronologi Penangkapan 'Bjorka' Madiun, Dari Polsek Kini Diterbangkan ke Mabes Polri
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Rekening Warga Diblokir Gegara Masalah Pajak, saat Pejabat Pajak Diduga Korupsi
-
Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN
-
Saat Rupiah Melemah, Apakah Side Hustle Jadi Jawaban Keresahan Finansial?
-
Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak
-
Lampaui Tahun Lalu, INABUYER 2026 Catat Potensi Transaksi Rp2,2 Triliun
-
Wall Street Justru Merosot Meski Adanya Harapan Perang AS-Iran Damai
-
Apakah Oat Milk Lebih Sehat dari Susu Sapi? Ketahui Dulu Hal Ini
-
Kapan Batas Akhir Penyembelihan Hewan Kurban? Ini Penjelasan Menurut Syariat