Suara Denpasar- Mabes Polri membantah adanya peran kakak asuh dalam kasus Ferdy Sambo yang disebut sebagai pihak yang ada di belakang Sambo.
Seperti diungkapkan sejumlah pengamat, jika ada peran kakak asuh yang membantu Ferdy Sambo dalam menghadapi kasus pembunuhan Brigadir J ini.
Kakak asuh disebut sebagai pihak yang masih memiliki pengaruh besar dalam institusi korps baju coklat ini.
Kakak asuh pula yang membuat istri Sambo hingga kini tidak bisa ditahan. Namun rumor itu sudah dibantah oleh Mabes Polri.
Namun bagaimana sebetulnya istilah kakak asuh atau adik asuh di institusi kepolisian ini?
Mantan Jendral Bintang tiga di tubuh Polri mengungkap soal istilah kakak atau adik asuh di korps Bhayangkara sejatinya sesuatu yang lazim terjadi.
Istilah ini juga terjadi di berbagai institusi, biasanya mereka disatukan dalam angkatan yang sama, atau diikat berdasarkan asal daerah yang bersangkutan.
Dari hal-hal tersebut lah yang membuat mereka merasa disatukan dan akan menimbulkan solidaritas tersendiri.
Komjen Pol (Purn) Polisi Ito Sumardi menyebutkan adanya kakak atau adik asuh di kepolisian memang hal yang lazim.
Baca Juga: Sanksi Tak Biasa untuk Anak Buah Ferdy Sambo, Sekolah Lagi hingga 'Dibuang' ke Pelayanan Markas
"Jadi sebetulnya istilah kakak asuh dan adik asuh itu istilah yang lazim, semua lembaga pendidikan bukan hanya di Polri saja," kata Ito dalam perbincangan di Sapa Indonesia Pagi Kompas TV seperti dilansir dari laman Suara.com pada Minggu (25/0/2022).
Namun kata dia kakak atau adik asuh ini terjadi bukan hanya terjadi karena kedekatan ke daerahan atau angkatran, ada juga karena faktor politis.
"Biasanya kakak asuh ini mulai dari masih pendidikan sudah melihat potensi adik asuhnya, sehingga saat kakak asuh ini menjadi pejabat di Polri tentunya yang bersangkutan juga akan melihat adik asuhnya di Polri," kata Ito.
Dengan adanya kakak dan adik asuh, sang kakak bisa mengawasi kinerja adik asuhnya sendiri.
Namun Ito juga menyatakan bahwa 'kakak asuh' bisa menimbulkan efek negatif seperti utang budi dan lain sebagainya.
"Bisa saja timbul loyalitas sempit, keberhutangan budi, kemudian juga barangkali yang bersangkutan menyingkirkan daripada potensi lain yang lebih baik yang bukan adik asuhnya," ungkapnya. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
Terkini
-
Local Pride Mendunia! 5 Rekomendasi Sepatu Lokal Kualitas Bintang 5 Juni 2026
-
Kebakaran Melanda Permukiman Padat di Kemayoran, 33 Mobil Damkar Dikerahkan
-
Dihadiri Wamen Ekraf, Borobudur Peace & Prosperity Festival Gaungkan Persatuan Lintas Budaya
-
Bikin Betah! Ini 5 Wisata Hits Jawa Barat yang Wajib Dikunjungi Juni 2026
-
Harga Emas Palembang Awal Juni 2026 Masih Tinggi, Beli Sekarang atau Tunggu Turun Lagi?
-
Panduan Rute Lengkap Dari Cibinong Menuju Pendopo Malasari Nanggung
-
Sering Belanja di Malaysia? Ini Barang Elektronik yang Bisa Dibawa Masuk lewat Entikong Tanpa Biaya
-
Hasil Piala AFF U-19 2026: Timnas Indonesia Bantai Myanmar
-
4 Rekomendasi Penginapan Puncak - Cipanas 2026 Lengkap dengan Harganya
-
DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah