Suara Denpasar - Kasus tolak pasien atau penelantaran pasien hingga yang mengakibatkan pasien meninggal dunia karena tak segera tertangani berbuntut panjang. Pihak RSUD Wangaya dan RS Manuaba dilaporkan ke Polda Bali oleh warga bernama Kadek Suastama (46).
Sang pelapor, Kadek Suastama adalah suami dari pasien bernama Nengah Sariani (44). Laporan itu dibuat pada Selasa (4/10/2022).
Kabid Humas Polda Bali Kombespol Stefanus Satake Bayu Setianto membenarkan adanya laporan tersebut.
"Laporan itu terkait dugaan penolakan pasien sehingga menyebabkan kehilangan nyawa," katanya Kamis (6/10/2022).
Laporan dibuat sebagaimana dalam pasal 190 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
Peristiwa itu bermula saat pasien Nengah Sariani batuk darah. Lalu anaknya membawanya ke IGD RSUD Wangaya Denpasar menggunakan sepeda motor.
Sampai di RSUD Wangaya, pasien tak bisa ditangani dengan alasan ruang IGD sedang penuh. Lalu pasien disarankan dibawa ke RS Manuaba yang paling dekat dengan RSUD Wangaya.
Mendapat penolakan seperti itu, sang anak meminta tolong agar dipinjamkan ambulans rumah sakit. Namun tak juga bisa diberikan oleh pihak RSUD Wangaya.
Dalam keadaan lemas, korban dibonceng sang anak ke RS Manuaba. Namun di sana pihak dokter mengecek kondisi pasien yang ternyata denyut nadinya sudah melemah.
Baca Juga: Terganggu Psikisnya dan Ada Kesibukan, Kata Kuasa Hukum Rizky Billar
Sehingga pihak dokter RS Manuaba menyarankan agar pasien bernama Nengah Sariani dibawa ke RSUP Prof Ngoerah (RSUP Sanglah) Denpasar. Anak korban lalu kembali meminta tolong agar dipinjamkan mobil ambulans, lagi-lagi tak bisa diberikan karena alasan tertentu.
Sang anak lalu membawanya RSUP Sanglah Denpasar menggunakan sepeda motor. Setibanya di UGD Sanglah, sayangnya pasien dinyatakan sudah tak bernyawa.
Terkait laporan itu, pihak management RSUD Wangaya Denpasar angkat bicara. Dirut RSUD Wangaya Denpasar, dr Anak Agung Made Widiasa dalam siaran persnya membantah segala tudingan tersebut.
Menurutnya pihak RSUD Wangaya Denpasar tidak melakukan penolakan. Yang terjadi, aku Anak Agung Made Widiasa, kapasitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUD Wangaya Denpasar memang sedang penuh.
"Sehingga apabila tetap dipaksakan menerima pasien akan berdampak pada pelayanan. Sehingga pelayanan menjadi tidak optimal dan juga berisiko bagi pasien sendiri," katanya Kamis (6/10/2022).
Lanjut dia, saran merujuk pasien dengan memanfaatkan ambulans dari BPBD juga sudah sampaikan mengingat ambulans RSUD Wangaya saat itu tidak dapat merujuk pasien tanpa didampingi tenaga medis yang saat itu sedang menangani pasien. Kata dia fakta itu berdasarkan hasil investigasi dari Dewan Etik.
Tag
Berita Terkait
-
Kasus Reklamasi Pantai Melasti, Dirut PT. Tebing Emas Penuhi Panggilan Polda Bali
-
Dirreskrimsus Polda Bali Kini Dijabat Kombes Roy Hutton Marulamrata Sihombing
-
Dirut RSUD Wangaya: Bukan Menolak, tapi UGD Memang Penuh
-
Miris, Pasien Meninggal setelah Ditolak UGD RSUD Wangaya, Denpasar; Mulut Berdarah Dibonceng Motor ke RSUP Prof. Ngoerah
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
Terkini
-
Kronologi Lengkap Kecelakaan Beruntun di Bekasi Timur: Bermula dari Mobil di Jalur Perlintasan
-
Siapa Pemilik Green SM Indonesia? Taksi Listrik yang Jadi Sorotan Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Silent Book Club Jakarta: Cara Baru Menuntaskan Buku di Tengah Keramaian
-
Jadi Kepala Bakom RI, Qodari Tegaskan Komunikasi Harus Agresif Tak Hanya Proaktif
-
Xiaomi Rilis Redmi Pad 2 9.7: Tablet Ringkas 120Hz dan Snapdragon 6s Gen 2, Harga Mulai 3 Jutaan!
-
15 Warga Tewas di Puncak Papua, DPR Desak Investigasi Independen dan Transparan
-
Tren Investasi Emas Digital Semakin Diminati di Indonesia
-
Presiden Soroti Jalur Kereta Tanpa Palang, Menhub Janji Segera Pasang Pintu Perlintasan Baru
-
Perbedaan RDPU dan RDPT, Mana yang Lebih Cuan untuk Investor Pemula?
-
Daycare Little Aresha Dicoret-coret, Dua Motor Disiram Cat Hitam, Satpol PP Disiagakan Jaga Lokasi