- Muhammad Qodari resmi menjabat sebagai Kepala Bakom RI menggantikan Angga Raka Prabowo pada Selasa, 28 April 2026.
- Qodari menegaskan bahwa pemerintah kini harus menerapkan strategi komunikasi yang lebih aktif serta agresif merespons informasi publik.
- Perubahan gaya komunikasi dilakukan sebagai langkah penyeimbang terhadap arus informasi cepat di media sosial saat ini.
Suara.com - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari ingin komunikasi lebih aktif. Menurutnya gaya komunikasi pemerintah saat ini tidak lagi pasif.
Pernyataan Qodari tersebut disampaikan saat acara serah terima memori jabatan dengan Angga Raka Prabowo yang sebelumnya menjabat Kepala Bakom RI.
Mengawali pandangannya tersebut, Qodari menyoroti pernyataan seorang pengamat di media sosial Instagram terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Qodari sebagai Kepala Bakom RI dan Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
"Ada salah satu pengamat, beliau mengatakan ini kelihatannya Bapak Presiden mau ngajak perang ini karena yang ditunjuk Qodari dengan Hasan Nasbi katanya. Ini katanya duanya ini tipe penyerang, begitu. Wah ini ngajak ribut gitu," kata Qodari mengulang pernyataan pengamat terkait, Selasa (28/4/2026)
Menanggapi pernyataan pengamat, Qodari menjelaskan perubahan gaya komunikasi saat ini. Menurutnya ada perbedaan gaya komunikasi dahulu dan sekarang.
"Saya langsung komentar begini, emang maunya situ nyerang-nyerang terus nggak ada yang jawab gitu ya? Gitu. Enak aja, sorry ye,.
"Jadi ya, ya jadi begini teman-teman, kita ini sekarang hidup di era yang sangat berbeda dengan 10-20 tahun yang lalu ya. Komunikasi di era sekarang ini bukan komunikasi seperti 10-20 tahun yang lalu di mana informasi-informasi apalagi informasi pembangunan semuanya lewat media massa resmi. Sekarang juga ada yang namanya medsos, yang namanya berita dan informasi itu hanya sejarak jempol saja, begini," tutur Qodari.
Menghadapi arus informasi saatbini, Qodari menikai penanganannya tentu tidak sama seperti dahulu.
Menurutnya pemerintah saat ini memang harus aktif berkomunikasi.
Baca Juga: Dudung Jadi KSP-Qodari Pimpin Bakom, DPR: Hak Prerogatif Presiden Sesuai Kapabilitas
"Karena informasi itu kalau kita diam, dia akan terus datang kepada kita. Jadi kita harus melakukan perimbangan, memberikan perspektif dan pandangan-pandangan. Sampai titik tertentu saya sering bilang di podcast, ya sekarang ini mungkin era di mana your words against my words, gitu loh," ujar Qodari.
Qodari menegaskan kembali bahaimana komunikasi dari pemerintah saat ini tidak vuma harus proaktif, melainkan agresif.
"Jadi bukan cuma proaktif, tapi harus agresif. Nah ini bakal dikutip ramai ini nanti. Nggak apa-apa, your words against my words. Saya yakin dan percaya bahwa publik punya rasionalitasnya sendiri dan mayoritas akan mendukung program-program yang kita kerjakan karena betul-betul ditujukan untuk masyarakat Indonesia," kata Qodari.
Berita Terkait
-
Dudung Jadi KSP-Qodari Pimpin Bakom, DPR: Hak Prerogatif Presiden Sesuai Kapabilitas
-
Reshuffle Kabinet Merah Putih, Prabowo Lantik Enam Pejabat Baru
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Jadi Kepala Bakom RI, Qodari Ceritakan Detik-detik Ditelepon Seskab Teddy
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
Terkini
-
15 Warga Tewas di Puncak Papua, DPR Desak Investigasi Independen dan Transparan
-
Presiden Soroti Jalur Kereta Tanpa Palang, Menhub Janji Segera Pasang Pintu Perlintasan Baru
-
Tim Advokasi Tolak Hadiri Sidang Kasus Andrie Yunus di Pengadilan Militer, Anggap Hanya Skenario
-
Patah Tulang hingga Luka Memar, 17 Korban Kecelakaan KRL Masih Jalani Rawat Inap di RSUD Bekasi
-
Kasus Andrie Yunus: Tim Hukum Curigai TNI Ikuti Skenario, Investigasi Independen Diabaikan
-
Viral Gerakan Solidaritas ke Sopir Angkot Filipina, Korban Kenaikan Harga BBM Buntut Perang Iran
-
Dari Vietnam ke Bekasi: Rekam Jejak Maut Taksi Green SM Terungkap
-
KPK Periksa Billy Beras Terkait Kasus Suap Proyek Jalur Kereta DJKA
-
KPK Tegaskan Usulan Capres dari Kader Partai Tak Langgar Konstitusi
-
Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi, Ketua DPR Puan: Keamanan Jalur Harus Diperbaiki!