Suara Denpasar – Nama Prof I Made Agus Gelgel Wirasuta kembali mencuat. Ini setelah Kadiv Humas Polri mengklaim adanya pendapat dari Prof Made Agus Gelgel bahwa gas air mata tak mematikan pasca-tragedi Kanjuruhan, Malang yang menewaskan ratusan orang.
Siapakah sosok Prof Made Gelgel ini? Dari penelusuran Suara Denpasar, prof I Made Gelgel merupakan ahli toksikologi forensik dari Universitas Udayana. Dia menyelesaikan pendidikan S1 di Farmasi ITB, kemudian S2 di ITB, lalu untuk doktoral di Universiteit Hamburg, Jerman.
Dengan pendidikan yang dijalaninya, nama dan gelarnya adalah Prof. Dr.rer.nat., Drs. I Made Agus Gelgel Wirasuta, Apt., M.Si.
Prof I Made Agus Gelgel lahir di Desa Aan, Kabupaten Klungkung, Bali pada 20 April 1968. Dia menyelesaikan pendidikan dari SD sampai SMA di Denpasar. Yakni SDN 32 Denpasar, SMPN 8 Denpasar, dan SMAN 4 Denpaasar. Sekadar diketahui, SMAN 4 Denpasar adalah salah satu sekolah paling favorit di Bali saat ini.
“Tahun 87 selesai (SMA),” kata Prof Gelgel dikutip dari Youtube Udayana TV.
Setelah selesai dari SMA, dia melanjutkan pendidikan tinggi Institut Teknologi Bandung (ITB) sejak 1987 dengan prodi Farmasi. Setelah selesai dari ITB, dia diterima menjadi dosen di Universitas Udayana pada 1993. Selang dua tahun kemudian dia melanjutkan pendidikan magister di bidang Farmasi Analisis, juga di ITB.
“Kemudian saya mendapat tugas dari ketua Prodi Kimia (Unud) saat itu untuk memperdalam kimia forensik,” jelasnya.
Selesai dari S2, dia melanjutkan pendidikan di Jerman dengan tema toksikologi forensik. Prof Gelgel bekerja di Kedokteran Forensik di sebuah universitas di Jerman. Dia bekerja selama 4 tahun, yakni di Institute Kedokteran Forensik dengan bidang toksikologi forensik.
“Selesaikan doktoral saya sebagai eksternal promosi saya di University Hamburg, selesai dengan judul interpretasi dari pemakaian heroin selesai tahun 2004,” jelasnya.
Di Kampus Unud, I Made Agus Gelgel sempat ditugaskan mendirikan Jurusan Farmasi di Fakultas MIPA pada 2005. Bahkan dia menjadi Ketua Jurusan pada 2008. Setelah itu turut membangun Prodi Apoteker. Pada tahun 2020 dia menjadi profesor atau guru besar Unud.
Baca Juga: Lama Menjanda, Begini Cara Aura Kasih Lampiaskan Dorongan Seksualnya, Pakai Sex Toys?
Sebelumnya Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo melalui instagram @divisihumaspolri mengunggah komentar tentang gas air mata yang dianggap tidak membahayakan. Dikatakan, tidak ada pendapat para ahli yang menyampaikan penggunaan gas air mata bersifat mematikan, bahkan penggunaan gas air mata dalam tingkat tinggi juga tidak mematikan.
"Saya juga mengutip dari pendapat dari Prof. Made Gelgel, adalah guru besar dari Universitas Udayana, beliau ahli di bidang toksikologi atau racun. Beliau menyebutkan bahwa, termasuk dari Dr Mas Ayu Elita, bahwa gas air mata atau CS ini dalam skala tinggi pun tidak mematikan," kata Dedi Prasetyo.
Pernyataannya yang dibuat pasca-Tragedi Kanjuruhan Malang ini mengundang reaksi netizen. Apalagi akibat gas air mata itu menimbulkan kepanikan di tribun Stadion Kanjuruan, hingga banyak yang sesak napas dan berdesakan serta ratusan orang meninggal dunia. (*)
Berita Terkait
-
Polisi Kutip Ahli dari Universitas Udayana Bali Jika Gas Air Mata Tak Bahaya, Warganet: Ini Menyakitkan
-
Komandan Brimob dan Ketua Panpel Arema FC Dibawa ke Polda Jatim Hari Ini, Dirut PT LIB Terakhir
-
Cuitan Sujud Massal Polresta Malang Hilang, Padahal Tuai Simpati Publik
-
Saat Polisi di Malang Bersujud Minta Maaf ke Aremania, Akui Salah di Tragedi Kanjuruhan?
-
Korban Mayoritas Usia Muda, Pendampingan juga Dilakukan untuk Orangtua Tragedi Kanjuruhan
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Persib vs PSM Makassar: 6 Poin Penting Pesan Pak Haji Umuh untuk Jaga Tahta Klasemen
-
3 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik Januari 2026, Kualitas Premium Cuma 300 Ribuan
-
'Satu Foto Sejuta Cerita' Dedie A. Rachim Terpukau oleh Karya Jurnalistik di APFI 2026
-
4 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaik untuk Bapak-Bapak di Mei 2026
-
Long Weekend Makin Nyaman, BSB Cash Bank Sumsel Babel Jadi Andalan Pengguna Tol dan LRT
-
Gaya 'Old Money' dengan Sepatu Lari Lokal: 5 Brand yang Tampil Mewah Tanpa Logo Mencolok
-
Waspada Hantavirus! Banten Pernah Catat 1 Kasus, Pintu Masuk Internasional Dijaga Ketat
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
Dedi Mulyadi Ingin Kembalikan Kawasan Batutulis Bogor Jadi Area Hijau dan Sejarah
-
Long Weekend Mei 2026 ke Danau Ranau? Ini Rute, Budget, dan Penginapan Terbaru yang Banyak Dicari