Suara Denpasar – Ida Ayu Suryawati, seorang wanita di Bali dituduh dan dibuatkan surat palsu yang menyebut dia kawin dengan keris. Sebagai terlapor dugaan surat palsu itu adalah advokat Ida Bagus Putu Astina atau Gus BIWI, suaminya yang menikah secara agama Hindu.
Di balik kasus surat palsu ini, ternyata ada cerita tragis yang dialami Ida Ayu Suryawati. Dia pun menjelaskan bagaimana awal mula sampai akhirnya bergulir laporan surat palsu ke Polda Bali pada Januari 2021 silam.
Saat hadir di podcast Youtube Case Closed, Ida Ayu Suryawati menjelaskan, cerita ini berawal sekitar April atau Mei 2019 silam. Saat itu dia diperkenalkan dengan lelaki yang dia inisialkan IBA (Ida Bagus Putu Astina atau Gus BIWI) oleh semeton (saudara) dari Griya Sanur, Denpasar. Awalnya, mereka dipertemukan untuk bekerja sama dalam bisnis.
“Dari perkenalan ini, dia menyatakan cinta pada saya,” kata Ida Ayu Suryawati dengan menahan tangis di hadapan Nyoman “Pongliek” Sudiartana, host podcast tersebut.
Ida Ayu Suryawati mengatakan, IBA mengaku mencari istri Ida Ayu atau Dayu, sesuai dengan kastanya. Sebagai perempuan yang sudah berumur dewasa, Ida Ayu Suryawati mengatakan kepada Ida Bagus Putu Astina bahwa dia bukan perempuan yang bermain-main. Dia ingin jenjang yang serius.
Ida Ayu Suryawati mengaku tidak mengetahui betul latar belakang Ida Bagus Putu Astina. Dia juga tak mengetahui apakah lelaki ini sudah beristri atau belum.
“Di awal ingin dekat, dia yakinkan saya. Dia katakan, saya ini orang yang time is money (bisnisman). Jadi gak main-main. Maka saya percaya. Saya tidak tahu latar belakangnya,” paparnya.
Setelah menjalani hubungan, Ida Ayu Suryawati akhirnya hamil. Karena itu, dia pun meminta dinikahi. Menurut dia, Ida Bagus Putu Astina menyatakan akan bertanggung jawab.
“Saya menikah 1 Oktober 2019. Saya merasa terdesak gak ada pilihan lain,” jelas dia.
Baca Juga: Tanpa Pasangan, Begini Cara Aura Kasih Lepaskan Hasratnya
Ida Ayu Suryawati mengakui, perkawinannya dengan Ida Bagus Putu Astina sempat berlagsung janggal. Awalnya, akan melangsungkan pernikahan di Griya Sangeh (rumah pendeta Hindu). Namun, dia malah dibawa ke sebuah hotel selama 6 hari. Alasannya mencari hari baik.
Setelah lima hari di hotel, dia dihubungi bahwa besok akan menikah. Maka pada hari H dia dijemput menuju griya. Dia pikir di Griya Sangeh. Ternyata, sebuah Griya di Desa Bresela, Kecamatan Payangan, Gianyar.
Di sana dilangsungkan pernikahan lengkap dengan banten dan prosesinya. Dia mengakui, pernikahan secara adat ini berlangsung sangat sederhana. Boleh dikatakan tidak layak. Apalagi tanpa dilangsungkan secara adat di sebuah desa. Seperti sembunyi-sembunyi.
“Kami menikah di griya. Ada banten, dan prosesi. Ada sulinggih,” jelasnya.
Bukti Menikah Sah secara Agama
Saat itu pihak keluarganya minta ada surat nikah dari griya. Akan tetapi ditolak Ida Bagus Putu Astina. Karena posisinya cukup lemah dengan kondisi sudah mengandung janin di perut, setelah pernikahan secara agama Hindu selesai, Ida Ayu Suryawati diberikan kos oleh Ida Bagus Putu Astina di dekat kantor PDIP Bali, Jalan Banteng, Renon, Denpasar.
“Sehari setelah nikah, hidup saya alami tragis. Saya hidup dengan tidak layak. Saya ditaruh di kos-kosan kumuh, di Renon,” paparnya.
Tag
Berita Terkait
-
Dituduh Kawin dengan Keris, Wanita di Bali Laporkan Advokat Ida Bagus Putu Astina ke Polda Bali
-
Polda Bali Pelototi Kasus Ambrolnya Proyek Jembatan Tukad Ayung Gatsu Denpasar
-
Pernyataan Polda Bali soal Kasus RSUD Wangaya dan RS Manuaba Diduga Tolak Pasien hingga Meninggal
-
Tolak Pasien hingga Meninggal, RSUD Wangaya dan RS Manuaba Dilaporkan ke Polda Bali
-
Kasus Reklamasi Pantai Melasti, Dirut PT. Tebing Emas Penuhi Panggilan Polda Bali
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Maverick Vinales Sebut Kondisi Bahunya Kian Membaik Usai Cedera
-
WNI Disandera di Mediterania, PB SEMMI Desak Presiden Prabowo Hubungi Langsung Netanyahu
-
Pemain Keturunan Bidikan John Herdman Bocor! Ada dari Liga Jerman, Belanda, hingga AS!
-
Prabowo Mau Mobil Transparan Buat Sapa Rakyat, Purbaya Klaim Anggaran Ada
-
Klub Kota Kecil Elversberg Ukir Sejarah Promosi Perdana ke Bundesliga
-
Doa Jahat Warga AS untuk Timnas Iran di Piala Dunia 2026: Datang Kalah Lalu Gak Pulang
-
Kolaborasi Industri dan Gerakan Kreatif Hasilkan Karya Seni Edukatif
-
Siksaan Ingatan Abadi Segara Alam Menghadapi Diorama Lubang Buaya
-
Kebon Pala Kembali Terendam Banjir 1,4 Meter, Warga Pilih Bertahan di Lantai Dua
-
Disamakan dengan Hewan, Uni Bakwan Roza Lisna Tersinggung Jadi Bahan Ejekan Dokter