/
Minggu, 16 Oktober 2022 | 13:34 WIB
Mantan bupati Purwakarta dua periode, Dedi Mulaydi (YouTube)

Suara Denpasar - Dedi Mulyadi, mantan bupati Purwakarta dua periode yang juga salah satu YouTuber top di tanah air akhirnya angkat bicara terkait kasus yang membelit biduan Lesti Kejora.

Sebagai sesama warga Sunda, dia paham isi hati pencabutan laporan kekerasan rumah tangga yang dialaminya dengan pelaku suaminya sendiri, Rizky Billar.

Sambil memasak dan memotong sosis, alasan biduan dangdut tersebut mencabut laporan terbilang masuk akal.

Sebab, namanya perempuan selalu menggunakan hati dalam melangkah. "Dilema bagi Lesti. Dilemanya apa? Jika kasus berlanjut maka mau tidak mau, dia akan mempunyai suami seorang narapidana," tutur Kang Dedi.

"Kemudian nanti anaknya mempunyai ayah yang menjadi narapidana," imbuhnya.

Jadi, hemat dia, apa yang dilakukan Lesti Kejora dengan membuka pintu damai sudah tepat dan bukan sebuah prank.

Namun, sebagai publik figur dengan begitu banyaknya fans. Di sisi lain, dunia media sosial yang begitu gegap gempita di tanah air.

Tentu, semua langkah seorang bintang seperti Lesti Kejora akan menimbulkan sikap pro dan kontra. Khususnya bagi yang kontra akan langkah perdamaian tersebut bisa saja menuduh kasus KDRT ini sebuah prank.

"Perempuan itu punya rasa, rasa tidak tega. Itu yang bisa menjadi Lesti menggerakkan hatinya untuk berdamai," sebutnya.

Baca Juga: Bermodal Sendok Makan, Tujuh Tahanan Kabur Dari Sel Polsek Jatiasih Bekasi

Otomatis bagi fans yang sudah berjibaku memberikan dukungan karena dunia medsos ini layaknya dunia sepakbola.

Maka akan kecewa dan melahirkan beragam tuduhan seperti prank dan lainnya.

Demikian pernyataan bijak Kang Dedi malah banyak warganet yang menilai itu isi hatinya sendiri dan berharap sang istri, Ambu Anne juga mencabut gugatan cerainya.

"Semoga bapak dan Ambu Anne selalu bersama," tulis @Florentina Nink di kolom komentar.

Load More