/
Jum'at, 28 Oktober 2022 | 08:54 WIB
Niluh Djelantik komentari surat terbuka Gendo untuk MDA Bali terkait imbauan menahan kritik saat G20. (Instagram @niluhdjelantik)

Suara Denpasar - Surat terbuka I Wayan Suardana alias Gendo untuk Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Bali tentang menahan kritik terhadap pemerintah di tengah perhelatan G20 di Bali mendapat respons dari banyak pihak. Tak terkecuali dari pegiat medsos Niluh Djelantik, mantan kader Partai Nasdem.

Diketahui, pada Kamis (27/10/2022) akun Instagram @gendovara milik I Wayan Gendo Suardana memosting capture pemberitaan yang memuat tentang surat terbuka yang dia (I Wayan Gendo Suardana) layangkan kepada Ketua MDA Bali

Postingan itu direpost Niluh Djelantik di akun Instagramnya @niluhdjelantik. Melalui akun resmi Instagramnya, Niluh Djelantik merepost postingan akun Instagram @gendovara tersebut dengan caption "Mau Dosa Tapi Takut Ngakak Sayang".

Repost dari Niluh Djelantik atas surat terbuka Gendo juga mendapat like dan komentar beragam. Ada yang pro maupun kontra. Berikut beberapa komentar mereka:

“Mau tanyak fungsinya MDA di bidang keadatan apa?” tulis @marmarherrz

“Kritik kok dibatasi??? Seharusnya pemerintah bersyukur karena kritik itu adalah warning atas kekhilafan yang dilakukan pemerintah dan itu dijamin oleh undang-undang serta menjadi terobosan untuk perubahan yang lebih baik,” tulis @ekyadisaputra

“Itu sama saja himbauan untuk berpura-pura baik-baik saja, himbauan untuk bersandiwara seolah rezim ini tidak bobrok, himbauan untuk munafik bersama. Salam akal sehat,” terang @masdecca

Akun @ib_wiweka mengatakan, Majelis Desa Adat atau MDA adalah persatuan (pasikian) Desa Adat di tingkat Provinsi, Kabupaten/ Kota, dan Kecamatan secara berjenjang. MDA memiliki tugas dan kewenangan di bidang pengamalan adat istiadat yang bersumber dari agama Hindu serta kearifan lokal dan berfungsi memberikan nasihat, pertimbangan, pembinaan, penafsiran, dan keputusan bidang adat, tradisi, budaya, sosial religius, kearifan lokal, hukum adat dan ekonomi adat.

“Cuman mau bilang, inget tupoksi MDA yaa. Jangan sampai ada yang dibongkar-bongkar lagi. Unud belum beres, ini berulah lagi. Udah cukup beban APBD, ya, jadi tolong, pinter dikit. Udah itu aja,” tulis @ib_wiweka

Baca Juga: Kang Dedi Mulyadi Berikan Klarifikasi Sebelum Digugat Cerai Anne Ratna, di Rumah Tidak Sama Siapa-siapa

Meski demikian, ada juga yang mendukung imbauan MDA untuk menahan kritik saat gelaran G20. Secara umum. Yang mendukung pun senada dengan imbauan MDA, yakni untuk kondusivitas Bali.

“Saya kira himbauan MDA sangat wajar, sewajar kritikan terhadap MDA. Saya tidak tahu apakah yang bekerja di bidang lain G20 ini berarti, tapi buat yang bekerja di dunia pariwisata, kesuksesan G20 sangat berarti. Jadi mohon bersabar lah sedikit,” kata @kompyanga. (*/ aryo)

Load More