Suara Denpasar- Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi merobohkan warung para petambang yang seharusnya digunakan untuk akses pembuangan limbah.
Kang Dedi yang kini menjabat anggota DPR RI Komisi IV ini menyentil eksekutif dalam hal ini pemerintah daerah di Subang dan Pemprov Jawa Barat yang bertugas mengawasi pertambangan.
Saat sidak ke lokasi tambang ini, Kang Dedi menemukan adanya standar operasional (SOP) yang tidak dijalankan.
SOP yang dimaksud adalah pembuangan limbah air bekas pertambangan tanah ini seharusnya dibuang ke bak penampungan khusus.
Namun yang terjadi, justru limbah air yang sangat keruh ini dibuang ke sungai.
Hal ini menimbulkan adanya pencemaran sungai yang berubah warna menjadi sangat keruh.
Kondisi tersebut juga sudah dilaporkan warga kepada Kang Dedi Mulyadi.
Saat sidak ini dia kemudian menemukan akses ke bak penampungan yang justru digunakan sebagai warung.
Akhirnya akses menuju bak penampungan yang dihalangi oleh warung ini langsung dirobohkan oleh Kang Dedi.
Anggota DPR RI yang membidangi soal lingkungan ini pun menanyakan kepada pekerja bagaimana kinerja pengawas tambang dari pemerintah kabupaten atau daerah maupun pemerintah provinsi.
"Pengawas kemarin ngarahin gak, ini mengarahkan gak aliran (limbangnya kemana)," tanya Kang Dedi, seperti dikutip dari akun youtube Kang Dedi Mulyadi Chanel, dikutip pada Senin (31/10).
Pertanyaan itu kemudian dijawab oleh para pekerja jika pengawas maupun pihak terkait dari lingkungan hidup yang datang tidak pernah mengarahkan.
Berkali-kali para pekerja mengaku jika ada pengawas maupun dinas terkait yang datang tidak pernah mengarahin soal pembuangan limbah.
"Mereka datang kesini cuma lihat-lihat saja pak, lihat terus ditinggalin, gak diarahin," jawab pekerja itu.
"Pengawas-pengawas di lapangan kayak gini, seharusnya ada inspektur tambang, mereka harus mengarahin bagaiamana pertambangan itu tidak menimbulkan masalah lingkungan. Ini kan hal sepele, mudah banget," jelas Kang Dedi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Beri Kode Jempol Oke! Purbaya dan Nanik Mulai Timbang Pangkas Anggaran MBG?
-
Rakyat Bukan Ayam: Mengatasi Lapar dengan Martabat, Bukan Sekadar Bantuan
-
Purbaya Ogah Disalahkan soal Kebijakan Potong Anggaran Era Sri Mulyani: Saya Pewaris Aja
-
Saat Fisika Bertemu Bela Diri: Seni Mengalahkan Lawan Tanpa Kekuatan Kasar Lewat Jiu-Jitsu
-
Harga Cabai Hari Ini Turun Drastis, Bawang Merah Ikut Merosot, Cek Daftar Lengkap Harga Pangan
-
Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026, Jepang Hadapi Brasil, Belanda Tantang Maroko
-
5 Sepatu Slip On Lokal Terbaik yang Anti Ribet dan Nyaman untuk Jalan Kaki Menurut Reviewer
-
Disdik Sulsel Dukung Kantin Sekolah Kelola MBG
-
Bukan Sekadar Nama! Ini 8 Julukan Unik Timnas Peserta Piala Dunia 2026
-
Kapal Mulai Keluar Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah