Suara Denpasar - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unud Darryl Dwi Putra menyatakan Dana Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) Unud atau uang pangkal memang menjadi momok bagi calon mahasiswa.
Sebab, makin besar nilainya maka peluang untuk lolos menjadi mahasiswa Unud makin besar juga.
Apalagi, dalam prakteknya dana SPI yang sebelumnya bernama uang pangkal harusnya adalah sumbangan sukarela bagi calon mahasiwa.
Namun, kemudian berubah menjadi kewajiban dan penentu diterima atau tidaknya calon mahasiswa di kampus Universitas Udayana.
Bahkan, dia mengungkapkan dengan SPI terbesar yang tercatat di Fakultas Kedokteran senilai Rp 1,2 miliar. Ada lagi namanya SPI Level Up yang nilainya diatas itu.
"Kalau yang ditetapkan Rektor paling tertinggi Rpn1,2 miliar dan masih dibuka memberikan SPI Level Up. Mau ngisi berapa? Memang target tanpa batas, mencari cuan tanpa batas," paparnya.
Untuk itu pihaknya mendukung langkah kejaksaan tinggi mengusut tuntas kasus dugaan penyalahgunaan SPI di Unud.
Demikian meski nantinya tidak terbukti ada pelanggaran SPI oleh kejaksaan. BEM Unud tetap pada komitmen awal untuk terus mengkritisi model kampus mencari dana lewat SPI.
Dia menilai, SPI adalah bentu komersialisasi kampus yang harusnya dihapus dan tidak ditetapkan di lembaga pendidikan di Indonesia.
Baca Juga: Inspektorat Badung Lelet, Tiga Bulan Audit LPD Sangeh Tak Kunjung Kelar
"Kami mahasiswa tetap akan konsisten menolak komersialisasi pendidikan dengan menggunakan syarat dana SPI untuk kelulusan calon mahasiswa," janji dia. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Update Dampak Gempa Pacitan: 15 Warga Bantul Luka-luka, Belasan Bangunan Rusak
-
Purbaya Jawab Rating Negatif Moody's, Siap Koreksi Anggaran MBG Jika Ada Pemborosan
-
Bikin Lelah Mental, Ini 6 Tanda Kamu Punya Hubungan Buruk dengan Diri Sendiri
-
Dokumen Jeffrey Epstein Dibuka, Nama Donald Trump dan Bill Clinton Muncul
-
Film Papa Zola: The Movie, Komedi Sci-Fi yang Lucu dan Menyentuh
-
Menampar Diri Lewat Buku How to Stop Feeling Like a Sh*t Karya Andrea Owen
-
Komidi Putar 1975
-
BRI Dapat Apresiasi dari Menteri PKP karena Dukung Program 3 Juta Rumah
-
GWM Tank 500 Diesel Resmi Melantai di IIMS 2026, Land Cruiser 200 Versi Murah
-
Ingatkan Seluruh Kader Gerindra, Sugiono: Pejuang Politik Harus Bela Kaum Lemah dan Miskin