Suara Denpasar - Jaksa dari Kejati Bali dalam waktu dekat ini ancang-ancang akan memanggil Rektor Unud periode 2021- 2025 adalah Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng, IPU.
Pemanggilan Rektor Unud tersebut masih sebagai saksi kasus dugaan penyalahgunaan Dana Sumbangan Pengembangan Istitusi (SPI) Mahasiswa baru Universitas Udayana seleksi jalur mandiri Tahun Akademik 2018/2019 sampai dengan Tahun Akademik 2022/2023.
Rencana pemanggilan Rektor Gde Antara diungkapkan salah satu sumber kepada denpasar.suara.com.
"Tentu akan kami panggil Rektor untuk dimintai keterangan," kata salah satu sumber, Selasa (1/11/2022).
Hanya saja, pemanggilan tersebut menunggu rampungnya pemeriksaan saksi yang lain.
Apalagi, beberapa saksi pejabat Unud yang dipanggil, Senin (31/10/2022) mangkir dari panggilan dan minta penjadwalan ulang.
Hanya saja, sambil terus melakukan pengumpulan data atau puldata.
Khususnya terkait keuangan dan mahasiswa baru di Unud.
Pihak kejaksaan terus menggali keterangan para saksi terkait dana SPI tersebut.
Baca Juga: Usai Penggeledahan di Unud, Tim Gabungan Polda dan Kejati Bali Angkut Berkas Pakai 3 Mobil
"Dokumen keuangan dan kemahasiswaan terus kami pelajari," imbuhnya.
Dugaan penyalahgunaan SPI Unud memang mendapat perhatian luas masyarakat Bali.
Sebab, nilai tertinggi untuk SPI ada di Fakultas Kedokteran di mana mahasiswa jalur mandiri dikenakan dana SPI terbesar mencapai Rp 1,2 miliar.
Tak hanya masyarkat biasa, tiga orang guru besar Unud kepada denpasar.suara.com menjelaskan tips bagi kejaksaan untuk membongkar kasus ini.
Tiga guru besar yang tidak mau disebutkan namanya, menyebutkan bahwa pintu masuk pihak kejaksaan untuk memperdalam kasus ini sangat mudah.
"Pintu masuknya dari proses penerimaan jalur mandirinya sesuai ketentuan maksimal 30 persen dari jumlah mahasiswa pada prodi di tahun berkenaan. Jika lebih dari jumlah tersebut, potensi ada sesuatu. Suksme," sebut salah satu guru besar di awal kasus mencuat. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara