Suara Denpasar-Dedi Mulyadi saat ini tengah menghadapi gugatan cerai dari istrinya, Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika. Gugatan cerai dilayangkan wanita yang akrab disapa Ambu Anne itu saat ini sedang berproses di Pengadilan Agama Purwakarta.
Di balik itu, Dedi Mulyadi akhir-akhir ini kerap membagikan moment kebersamaannya dengan sang anak. Dia berharap agar nantinya jika pun dia bercerai dengan Ambu Anne, anak-anak mereka tetap rukun.
Pria yang akrab disapa Kang Dedi itu juga baru saja menguak fakta mengejutkan perihal anak sulungnya, Maula Akbar Ahmad Habibie. Di kanal YouTube dan akun instagramnya @dedimulyadi, dia pun membagikan video saat dirinya dan Maula Akbar mengunjungi makam istri pertamanya, Sri Mulyawati.
Almarhumah adalah ibu kandung dari Maula Akbar. Ternyata itu adalah moment pertamakalinya Maula Akbar mengunjungi makam sang ibu. "Ini adalah sejarah pertama dalam hidupnya mengunjungi makam almarhumah," kata Dedi Mulyadi dalam video itu.
Yang mengejutkan ternyata itu adalah moment pertamakali sejak puluhan tahun lalu. Bahkan pertamakali sejak Maula Akbar dilahirkan ke dunia. Padahal usia Maula Akbar telah menginjak 23 tahun.
"Dan sekarang di usia 23 pertamakali datang ziarah ke makam ibu kandungnya," ujar Kang Dedi. Dalam moment itu, baik Kang Dedi maupun Maula Akbar sama-sama dalam kondisi mengharukan.
Mereka sempat saling berangkulan dan menangis di pundak satu sama lain. Kang Dedi juga mengatakan jika Maula Akbar adalah sosok anak yang telah menemaninya sejak lahir.
Maula Akbar juga menurutnya sosok yang sangat mandiri. Bahkan dia sangat jarang merepotkan orang tuanya hingga sekarang dia beranjak dewasa.
Dengan telah diungkapnya rahasia besar itu selama 23 tahun, Kang Dedi Mulyadi pun kini mengaku lega. Karena dia akhirnya mengungkap rahasia besar yang telah dipendamnya selama puluhan tahun.
Baca Juga: Kang Dedi Inginkan Jalan Damai, Namun Bupati Purwakarta Tetap Ingin Cerai, Kenapa?
"Dan saya merasa hari ini, karena sesuatu yang saya simpan selama 23 tahun, hari ini sudah bisa saya sampaikan. Sudah gak ada beban lagi dan A Ula-nya sudah tumbuh dewasa," tandas anggota DPR RI ini.
Tag
Berita Terkait
-
Kang Dedi Mulyadi Mangkir Sidang Mediasi, Anne Ratna Langsung Vonis: Tak Ada Kata Damai
-
Bakal Jadi Duda, Warganet TikTok Jodohkan Kang Dedi Mulyadi dengan Desy Ratnasari: Serasi
-
Kang Dedi Mulyadi Dapat Keluhan Banjir, Sarankan Bongkar Area Ini, 'Saya Bukan Bupati Lagi'
-
Saat Anne Ratna Rajin ke Sidang Cerai, Kang Dedi Mulyadi Pilih ke Jakarta, Pulangnya Bersihkan Gorong-gorong di Purwakarta
-
Gara-gara Dapat WA Ini, Kang Dedi Mulyadi Telat Pulang dan Tak Hadiri Sidang Perceraian
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 8 Sepatu Adidas untuk Jalan Kaki yang Sedang Diskon di Toko Resmi, Harga Jadi Rp500 Ribuan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
E-Katalog Cuma Formalitas? KPK Bongkar Siasat 'Deal' Haram Proyek Tulungagung di Luar Sistem
-
Redmi Note 17 Series Muncul di Database IMEI, Versi Tertinggi Bawa Baterai 10.000 mAh?
-
Kisah Keke dalam Surat Kecil untuk Tuhan Masih Membekas hingga Hari Ini
-
Term Life: Ketika Nyawa Menjadi Taruhan demi Warisan untuk Sang Putri, Malam Ini di Trans TV
-
Pemprov Jateng Pastikan Kesehatan Hewan Kurban Jelang Perayaan Iduladha 2026
-
BRI Luncurkan Fitur QRIS Alipay Dinamis di Mesin EDC, Ini Cara Transaksinya
-
Orasi Lantang Wanda Hamidah di Kedubes AS, Tuding Indonesia Turut Mentoleransi Genosida Palestina
-
Mengapa Pasar Khawatir pada Danantara Sumber Daya Indonesia
-
Menanti Subsidi Baru Pemerintah Saat Pilihan Motor Listrik di Indonesia Semakin Membeludak
-
Sentil Regulasi Baru Pemerintah, Guru Besar IPB: Ketidakpastian Lebih Bahaya dari Aturan Ketat